telusur.co.id - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada Juni lalu mencapai 6.509 orang. Data terbaru tersebut disampaikan Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.
Rodriguez mengatakan sebanyak 226.696 penyintas gempa telah mendapat perawatan di rumah sakit, sementara 6.462 orang lainnya berhasil diselamatkan. Informasi itu disampaikan melalui Telegram pada Senin (24/8) malam.
Proses penanganan pascagempa juga terus dilakukan. Hingga kini, otoritas Venezuela telah memeriksa 60.785 bangunan tempat tinggal di wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.545 bangunan dinyatakan masih layak huni, 14.239 bangunan hanya dapat digunakan secara terbatas, sedangkan 11.001 bangunan masuk kategori berisiko tinggi.
Pemerintah juga mempercepat pembersihan wilayah terdampak. Lebih dari 600.000 ton limbah konstruksi, atau sekitar 28,61 persen dari total puing yang dihasilkan akibat gempa, telah berhasil dibersihkan.
Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan pemerintah juga mulai menyediakan hunian bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 335 rumah baru telah diserahkan kepada keluarga terdampak gempa.
Selain itu, pemerintah telah membangun kembali 1.001 unit hunian. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai lebih dari 4.000 rumah dan apartemen bagi keluarga terdampak hingga akhir tahun.
Gempa dahsyat tersebut terjadi pada 24 Juni. Dua gempa dengan kekuatan masing-masing magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela dalam waktu berdekatan. Negara Bagian La Guaira dan ibu kota Caracas tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Besarnya kerusakan dan jumlah korban membuat pemerintah Venezuela menetapkan status darurat. Pemerintah kemudian meluncurkan program pemulihan berskala besar yang mencakup penyelamatan korban, pemeriksaan bangunan, pembersihan puing, serta pembangunan kembali hunian bagi masyarakat terdampak. [ham]



