Penundaan jadwal turnamen elit Piala Asia 2027 di Arab Saudi dari Januari menjadi Desember 2027 hingga Januari 2028 justru membawa angin segar bagi iklim kompetisi domestik.
I.League selaku operator kompetisi langsung tancap gas merancang manuver strategis agar Super League musim 2026/2027 berjalan lebih efisien.
Perubahan kalender dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ini membuat slot waktu di awal tahun menjadi kosong. Kesempatan ini tak disia-siakan I.League untuk menata ulang ritme kompetisi yang sebelumnya kerap molor karena berbenturan dengan agenda panjang pemusatan latihan Tim Nasional.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung menyusun skema pemadatan jadwal untuk menyelamatkan ritme kompetisi.
"Ya buat liga tentunya, kami akan berupaya untuk bisa memadatkan atau menarik pertandingan-pertandingan yang kita extend ke bulan Februari dan seterusnya, menjadi seperti apa yang dilakukan tahun-tahun sebelumnya," kata Ferry ketika ditemui usai menutup gelaran Media Cup 2026 di ASIOP Stadium, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Langkah taktis ini diklaim menjadi solusi paling rasional. Tanpa adanya jeda turnamen internasional di awal tahun, rangkaian kompetisi Super League dan divisi di bawahnya dapat dirampungkan satu bulan lebih awal dari jadwal yang telah disusun.
"Dengan begitu, berakhirnya kompetisi di semua strata liga ini akan berakhir di bulan Mei, di mana semula setelah adanya Piala Asia kemarin itu jadwalnya jadi mundur ke bulan Juni. Jadi lebih ideal. Lebih bagus," jelas Ferry melanjutkan.
Dari kacamata manajerial, langkah memadatkan jadwal ini diyakini akan disambut gembira oleh para peserta liga. Bukan rahasia lagi, jeda kompetisi yang terlalu lama tanpa pertandingan kompetitif kerap membebani klub, salah satunya segi performa pemain.
"Klub pasti akan juga lebih happy lah ya daripada ada kekosongan," tegas Ferry.
Kendati proyeksi penyusunan ulang liga di bulan Januari 2027 terdengar menjanjikan, I.League belum bisa mengambil keputusan mutlak.
Ferry memberi catatan penting bahwa wacana ini baru ini masih harus menunggu ketukan palu dari PSSI selaku federasi tertinggi, guna mengantisipasi adanya agenda sisipan yang belum diumumkan.
"Belum ada kesepakatan antara kita dengan PSSI apakah ini akan ada agenda-agenda lain atau tidak," tutup dia.
AFC sebelumnya mengumumkan ajang Piala Asia 2027 diundur menjadi tanggal 23 Desember 2027 hingga 21 januari 2028. Keputusan krusial tersebut diambil menyusul memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.