Ibu Patmi, Peserta Aksi Semen Kaki Meninggal Dunia | Foto Ist.

telnews | Jakarta | Sepekan sudah, lima puluhan petani Kendeng melakukan aksi semen kaki di depan istana sejak Senin (13/7) lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda dan kabar Presiden Jokowi akan menemui mereka. Menurut para pendemo, mereka tak akan menghentikan aksinya, hingga tuntutan bertemu Presiden Jokowi dikabulkan.

Melihat masih terkatung-katungnya nasib dan tuntutan para petani itu, mahasiswa Institut Pertanian Bogor dikabarkankan akan segera melakukan aksi solidaritas dengan menggeruduk istana.

Mahasiswa IPB Saat Aksi Kepung Istana Bogor | Foto Ist.

“Ya, teman-teman sekarang sedang konsolidasi untuk melakukan aksi solidaritas petani Kendeng, kita kan mahasiswa kampus rakyat, kampus anak-anak petani,” ujar seorang aktifis kampus IPB tentang rencana aksi menggeruduk istana, sebagai bentuk solidaritas pada para petani Kendeng itu.

Seperti dikabarkan sejumlah media dalam dan luar negeri, para petani Kendeng ini melakukan aksinya dengan menyemen kaki di depan istana, sebagai simbol terbelenggunya kepentingan para petani, terkait masih terus berjalannya kegiatan penambangan karst PT. Semen Indonesia di Rembang.

Padahal pada 2016 lalu, sebelumnya Jokowi pernah berjanji memenuhi tuntutan petani Kendeng yang berkali-kali melakukan demo ke istana. “Presiden sudah menyepakati akan dilakukan kajian lingkungan strategis supaya bisa diketahui di kawasan Gunung Kapur itu mana yang bisa dieksploitasi dan tidak,” kata Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki usai mendampingi Presiden Joko Widodo menerima petani kendeng di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/8) tahun 2016 lalu.

Alih-alih terwujudnya tuntutan petani sesuai janji Jokowi itu, malah belakangan justru muncul izin lingkungan baru yang diteken Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan terbitnya izin tersebut kegiatan penambangan karst PT. Semen Indonesia di Rembang itu masih tetap berjalan. Itulah sebabnya para petani Kendeng ini kembali menggeruduk istana, menuntut bertemu Jokowi agar segera mencabut izin lingkungan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah, sekaligus menghentikan kegiatan penambangan karst oleh pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan itu. | red – 03 |

 

Komentar

Komentar