Beredar Meme Soal Hutang dan Impeachment Jokowi, Ini Penjelasan Yusril

0

telusur.co.id | Jakarta | Pemberitaan sejumlah media yang mengatakan Yusril Ihza Mehendra menyebut Jokowi telah melanggar UU Keuangan, bahkan belakangan di media sosial beredar meme bergambar Yusril dan Jokowi dengan kalimat terkait soal hutang dan impeachment ini mendapat klarifikasi dari pakar hukum tatanegara.

“Orang lain menulis apa yang saya katakan secara tidak tepat,” tulis Yusril, Kamis (27/7) dalam klarifikasinya beredar di jejaring sosial.

Sebelumnya, sejumlah media juga mengutip pernyataan Yusril yang ditulis group media ternama.

‎”Utang Indonesia sudah di atas 50 persen mustinya Presiden sudah bisa impeachment‎,” ujar Yusril, Selasa (25/7) seperti dilansir Jawa Pos usai ditemui di Gedung Bank Bukopin, Cawang, Jakarta.

Dalam penjelasannya Yusril mengatakan, Presiden bisa diimpeach jika melanggar UU Keuangan Negara dan UU APBN yang menetapkan bahwa jumlah utang/defisit APBN tidak boleh melampaui batas 30% dari total APBN.

Dari berbagai statement Pemerintah, utang/defisit untuk tahun berjalan (2017) sudah mencapai angka 28,6%. Itu berarti telah mendekati batas maksimum apa yang ditetapkan UU, sementara sekarang kita baru berada di pertengahan tahun anggaran/bulan Juli.

Angka 30% sebenarnya sudah terlampaui, jika dana subsidi, misalnya BBM, yang kini belum dibayar Pemerintah kepada Pertamina, yang oleh Menkeu Sri Mulyani disebut menggunakan dana “talangan” Pertamina.

Dana talangan tersebut sesungguhnya adalah utang Pemerintah kepada Pertamina. Begitu juga bagian dana bagi hasil antara Pemerintah Pusat dengan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota yang berasal dari pendapatan migas dan SDA lainnya, yang sudah dua tahun sejak 2016 ditahan atau tidak diserahkan oleh pusat ke daerah, sebenarnya adalah juga utang Pemerintah Pusat kepada Pemda.

Tetapi Pemerintah Pusat tidak pernah mengakui atau menyebutnya sebagai utang. Kalau semua utang-utang ini dibukukan dan diakui, maka jumlah utang/defisit APBN tahun sekarang sudah melampaui batas 30%, bahkan mungkin sudah melampaui 50%.

“Itulah yang saya sampaikan dalam sebuah seminar untuk mengingatkan Pemerintah tentang situasi keuangan negara saat ini,” ungkap Yusril.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini juga mengaku telah menjawab pertanyaan seseorang sambil berseloroh. “Sebenarnya masalah defisit APBN ini yang perlu dikeluarkan Perpu untuk mengatasinya, karena situasinya memang “darurat”, bukan Perpu tentang Perubahan UU Ormas untuk membubarkan ormas yang dituduh anti Pancasila,” ujarnya.

Terkait tulisan dalam meme yang bergambar dirinya dan Jokowi, Yusril menegaskan bukan dirinya yang menulis. “Saya tidak tahu siapa yang menulisnya dan saya lihat itu beredar di media sosial. Bahasanya kelihatan provokatif. Sedang bahasa saya, bahasa akademis yang mudah-mudahan isinya lurus-lurus saja. Demikian penjelasan saya,” pungkasnya. | red-03 |

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini