Pertarungan Segitiga Pilgub Jabar : Persaingan Antara Aktifis, Arsitek dan Artis

0

telusur.co.id | Bandung | Pertarungan bakal calon gubernur, memperebutkan kursi panas Jabar 1, sudah mulai mengkerucut pada tiga figur tokoh. Pertama, Dedi Mulyadi yang berlatar belakangan aktifis HMI dan kemudian berlanjut menjadi aktifis politik. Kedua, Ridwan Kamil yang berlatar belakang seorang arsitek jebolan Barkeley Amerika Serikat. Lalu yang ketiga adalah Deddy Mizwar artis film kawakan yang belakangan terjun ke dunia politik.

Merujuk pada aksi lobi-lobi sejumlah partai politik yang belakangan sudah mulai terpetakan, hampir bisa dipastikan sejumlah partai politik terbagi merata kepada bakal calon Gubernur Jabar yang ketiganya kini masih sama-sama memegang kekuasaan di pemerintahan daerah.

Ki Sunda Dedi Mulyadi yang kini masih menjabat Bupati Purwakarta misalnya, dipastikan sudah mengantongi restu dua parpol besar, PDIP dan Partai Golkar. “Insya Allah PDIP sudah memberikan restu penuh, kalau Golkar tak perlu diragukan lagi,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Jabar itu, usai sholat Jumat (11/8) di Pendopo Bupati Purwakarta.

Sementara itu Walikota Bandung Kang Emil demikian  Ridwan Kamil biasa dipanggil, sebelumnya memang sudah dideklarasikan bakal diusung Partai Nasdem yang belakangan juga melakukan lobi intensif dengan lainnya, seperti PPP, PKB dan Partai Hanura.

“Jadi kami ingin PPP, PKB, NasDem, Hanura membangun kebersamaan, kita ingin bangun kebersamaan di pilgub dan pilkada di daerah-daerah di Jabar” ujar Ketua DPW Partai Nasdem Saan Mustopa, Jum’at (11/8) di Bandung.

Lalu, Deddy Mizwar sang jenderal Naga Bonar yang kelihatan masih enggan berhenti membintangi film iklan meski sudah menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat itu, meski belum berani mengklaim namun memang sudah lama dilirik PKS dan Gerindra, bahkan juga dikabarkan berpeluang disokong Partai Demokrat.

“Paling lambat akhir bulan ini (Agustus) menurut perkiraan saya, menunggu Pak Prabowo pulang dari luar negeri,” ujar Demiz, Kamis (10/8) di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat.

Dengan demikian, kecuali lewat jalur perseorangan, praktis tak akan ada lagi petarung baru lainnya yang muncul di pilgub Jabar mendatang. Persaingan dua anak kota versus seorang anak kampung memperebutkan kursi panas Jabar 1 itu, sepertinya tak akan terelakkan.

Dari hitung-hitungan kekuatan pertarungan Wagub Jabar, Walikota Bandung dan Bupati Purwakarta yang memiliki dukungan parpol berimbang itu, sepertinya memiliki peluang yang sama untuk memenangkan persaingan.

“Ya kalau akhirnya tiga orang, memang semua punya kemungkinan untuk menang, saya siap saja bersaing dengan anak-anak kota itu,” ujar Dedi Mulyadi seraya menegaskan bahwa kedua parpol pendukungnya yang memiliki mesin jaringan infrastruktur hingga ke desa-desa itu, kini sudah mulai bekerja intensif. | red-03 |

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini