telusur.co.id | Jakarta | Siasat Cerdik dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam menjaring bakal calon anggota legislatifnya. Partai anyar ini, membuka ruang untuk menyerap masukan publik dalam menentukan bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan diseleksi 7 orang tokoh, untuk bertarung pada Pemilu Legislatif 2019.

“Kami intinya ada partisipasi publik, misalnya publik tahu ada bacaleg yang terlibat kasus korupsi atau ini orang suka ‘gebukin’ istrinya di rumah. Laporkan! Akan kami verifikasi dan kalau betul, kami gugurkan,” kata Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie, Ahad (27/8) di Jakarta.

Menurut Grace Natalie, PSI akan memfasilitasi ruang bagi masyarakat agar dapat secara bebas memberikan informasi baik maupun buruk dalam proses penjaringan bacaleg, yang pendaftarannya secara resmi dibuka pada Ahad siang, di Jakarta.

Masukan publik itu, lanjutnya, dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meloloskan seseorang menjadi bacaleg, karena PSI hanya menargetkan orang-orang terbaik, yang dapat mewakili partai tersebut di parlemen.

BACA JUGA :  Nasir Djamil Tuntut Mahfud MD Minta Maaf Dan Cabut Pernyataannya Yang Sesat

“Dari awal, visi kami memang bukan mau meramaikan dewan dan mengulang apa pun yang terjadi selama ini. Kami ingin orang-orang yang diseleksi ini nanti menyerap aspirasi masyarakat dengan kesadaran penuh, kalau datang rapat tidak tidur, membuat anggaran dan produk hukum yang memang dibutuhkan, dan kalau reses benar-benar balik ke tempat konstituennya,” jelas Grace.

PSI dikatakan Grace juga menggandeng 7 tokoh untuk untuk menjadi juri dalam melakukan penjaringan calon wakil rakyat dari PSI. Mulai dari mantan Ketua MK Mahfud MD hingga mantan Pimpinan KPK Bibit Samad Rianto.

“Kami akan punya panel juri yang akan menentukan apakah orang ini layak tidak jadi caleg,” ujar Grace saat membuka open recruiment bakan calon anggota legislatif PSI.

BACA JUGA :  GP3 Laporkan Tsamara Amany Dan Rian Ernest Ke Bawaslu

Adapun ketujuh tokoh tersebut ialah, (1) Mantan Pimpinan KPK Bibit Samad Rianto, (2) Mantan Ketua MK Mahfud MD, (3) Dosen Universitas Indonesia Hamdi Muluk, (4) Pakar Pertahanan LIPI Jaleswari Pramodhawardani, (5) Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik UI Sri Budi Eko Wardhani, (6) Entrepreneur di bidang media Wishnutama Putra, dan (7) Neng Dara Afifah, mantan Komisioner Untuk Partisipasi Masyarakat,  Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Ia menambahkan bahwa PSI menargetkan minimal 10 persen kursi di parlemen pada Pileg mendatang.

Grace juga mengaku optimistis partainya dapat menembus ambang batas palemen sebesar empat persen, seperti yang telah disepakati fraksi-fraksi di DPR pada Juni lalu.

“Kami optimistis kalau hanya untuk memenuhi syarat empat persen. PSI pasti bisa lewat,” kata dia. | red-03 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini