telusur.co.id l Jakarta l Direktur Operasi AirNav Indonesia, Wisnu Darjono mengatakan keputusan perpanjangan sudah disetujui Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Setelah erupsi yang terjadi tadi malam, diadakan rapat koordinasi di Kantor Otoritas Bandara pukul 01.00 WITA bersama seluruh stakeholder terkait. Diputuskan dalam rapat tersebut bahwa penutupan diperpanjang sampai besok pagi pukul 07.00 WITA. Keputusan rapat disampaikan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan disetujui,” ujarnya.

Keputusan tersebut, lanjut dia, diambil mengingat aktivitas Gunung Agung yang terus meningkat dan adanya erupsi.

“Memang data ‘paper test’ yang disampaikan pihak penyelenggara bandara dan petugas Kantor Otoritas Bandara IV menunjukkan hasil NIL VA (Volcanic Ash) di area bandara, namun ruang udara telah terdampak abu vulkanik,” katanya.

BACA JUGA :  Status "Awas" : Kondisi Terakhir Gunung Agung Apinya Sudah Tinggi

Dijelaskan Wisnu, laporan data analisa dan prediksi arah serta kecepatan angin dari BMKG menunjukkan bahwa arah angin dari utara hingga timur laut dengan kecepatan lima sampai 10 knots.

Selain itu, informasi SIGMET dari MWO Ujung Pandang menunjukkan bahwa abu vulkanik bergerak ke arah selatan dan barat daya sehingga menutupi ruang udara diatas bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Airnav Indonesia Cabang Denpasar menyatakan sesuai ‘ploting area Volcanic Ash Advisory’ menunjukkan bahwa jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara telah tertutup sebaran abu vulkanik, sehingga ini membahayakan penerbangan,” paparnya.

BACA JUGA :  Gunung Agung Batuk-batuk, Sembilan Bandara Terdekat Disiapkan

Dia menyampaikan, sebagai dampak dari penutupan ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Denpasar dibatalkan.

“Kami dan seluruh pemangku kepentingan terkait mengedepankan keselamatan penerbangan. Jadi keputusan ini diambil demi alasan keselamatan penerbangan,” katanya. l ant l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini