KPU/Net

telusur.co.id l Bandung l Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan indeks tingkat kerawanan Pilgub dan Pilkada di 16 kabupaten/kota Tahun 2018 di Jawa Barat menurun dari urutan 17 menjadi 13 dari seluruh daerah di Indonesia yang melaksanakan Pilkada Serentak tahun depan.

“Tadi dari indeks kerawanan pilkada yang dilansir oleh Bawaslu RI, jadi ranking 13 yang sebelumnya ranking 17. Yang ikut pilkada ada 17 provinsi, sekarang menurut Bawaslu kita ranking 13. Alhamdulillah enggak dianggap rawan (konflik), pilkada lagi” kata Ketua KPU Provinsi Jawa Barat Yayat Hidayat di Bandung, Kamis.

Yayat kurang mengetahui pasti faktor apa yang menjadi penyebab tingkat kerawanan konflik pilkada untuk Provinsi Jawa Barat turun namun pihaknya menduga postur anggaran menjadi faktor yang membuat tingkat kerawanan konflik pilkada menjadi turun.

BACA JUGA :  Woww.. Bupati Dedi Siagakan Dokter dan Ambulan Gratis Buat Warga di Tiap Desa

“Apa variabel yang dipakai Bawaslu saya kurang tahu. Dari sisi anggaran kita paling bagus posturnya dan paling awal disetujui oleh gubernur. Jadi persiapannya jauh-jauh hari dibanding provinsi lain,” kata dia.

Menurut dia, hal lain yang diantisipasi oleh pihaknya terkait Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat adalah perang terhadap berita fiktif atau hoax yang beredar di media sosial.

“Sekarang itu kita dihantui atau dibuat cemas proses Pilkada Jabar akan terguncang dengan info-info di medsos yang cenderung hoax,” kata dia.

Ia menuturkan media massa atau pers bisa berperan besar untuk memerangi berita hoax saat Pilkada Serentak 2018 berlangsung.

BACA JUGA :  Kader Dan Pengurus Golkar Jabar Solid Tolak Kang Emil

“Untuk netralisir itu peran strategis media massa kawan-kawan atau media mainstream karena punya aturan pemberitaan. Media mainstream kalau optimum mampu melawan berita2 hoax di medsos,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan media massa memiliki peran penting dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Jawa Barat.

“Secara ilmiah media mainstream punya peran penting dalam mencitrakan dalam pikiran masyarakat. Kalau lihat gelagat Jabar, media mainstream sangat baik, netral, dari pihak mana pun,” kata dia. I ant/Asep Subekti l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini