telusur.co.id | Negara | Pasca ditutupnya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama 24 Jam mulai tadi pagi pukul 07.15 Wita, akibat erupsi Gunung Agung langsung membuat para stakeholder siaga, termasuk otoritas pelabuhan Gilimanuk.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi naiknya penumpang yang ingin menyebrang ke Pulau Jawa setekag penutupan bandara. Hanya saja sampai siang ini belum terjadi peningkatan jumlah penumpang yang berarti. Bahkan, lalu-lintas penyebrangan di Selat Bali yang menghubungkan Pulau Bali dengan Pulau Jawa masih normal.

“Kami sudah siap segala-galanya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang berkaitan dengan penutupan bandara Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Agung,” terang Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Heru Wahyono, Senin (27/11/2017).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi sejak awal dengan berbagau instansi terkait berkenaan dengan erupsi Gunung Agung ini, terutama dengan pihak kepolisian.

Selain itu, untuk mengantisipasi peningkatan penumpang yang menyebrang ke Jawa, pihaknya juga telah menyiagakan 52 armada kapal. Hanya saja sampai saat ini armada kapal yang beroperasi sebanyak 32 unit untuk melayani pelayaran di Selat Bali.

Namun menurutnya hingga sore ini belum ada lonjakan berarti penumpang di pelabuhan Gilimanuk yang akan menyebrang ke Jawa. Pelayaran di Selat Bali tergolong masih normal serta cuaca sangat baik dan aman untuk pelayaran.

“Kami prediksi lonjakan penumpang akibat penutupan bandara Ngurah Rai pasti ada. Kemungkinan akan terjadi mulai nanti sore hingga tengah malam,” tutupnya. | red-010

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini