Telusur.co.id | Argentina | Angkatan laut Argentina mengatakan pada hari Sabtu bahwa pihaknya telah mengintensifkan pencariannya terhadap kapal selamnya yang membawa 44 awak kapal yang hilang pada hari Rabu, namun upaya terhalang oleh angin kencang dan gelombang tinggi.

Angkatan laut kehilangan kontak dengan kapal selam diesel buatan Jerman saat kapal tersebut kembali dari misi rutin dari pangkalan angkatan laut di Ushuaia, di selatan Argentina, ke markasnya di Mar del Platamand.

Meskipun cuaca yang bergejolak, komandan utama Admiral Gabriel Gonzalez mengatakan pasukan angkatan laut terus meningkatkan usaha di atas dan di bawah permukaan air dan bersiap untuk menyisir bagian bawah lautan.

“Pencarian di bawah laut jelas jauh lebih rumit daripada pencarian di permukaan karena memerlukan kombinasi alat berteknologi tinggi,” kata Gonzalez pada sebuah konferensi pers.

BACA JUGA :  Argentina Jadi Juru Kunci, Nigeria Tetap Bantai Messi Cs

Angkatan laut, yang mengerahkan pencarian lewat udara dan laut pada hari Kamis, mengatakan pencarian awal dilakukan di posisi terakhir kapal tersebut hilang kontak, sekitar 430 kilometer dari semenanjung Valdez bagian tenggara, tetapi tidak membuahkan hasil.

Pejabat Argentina mengatakan mereka menerima tawaran dari Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam pencarian tersebut. Sebuah pesawat penjelajah NASA P-3 yang telah ditempatkan di Ushuaia telah bergabung dengan pesawat militer Argentina yang telah terbang di atas wilayah tersebut. Jumat malam, Komando Selatan A.S. mengumumkan sebuah pesawat P-8A Poseidon meninggalkan sebuah pangkalan udara di El Salvador untuk bergabung dalam pencarian.

BACA JUGA :  Sambangi Smesco, Wapres Argentina Terkesima Lihat Kerajinan Indonesia

Komandan angkatan laut Argentina Carlos Zavalla mendorong keluarga, teman dan rekan anggota kru untuk tetap berfikir positif. “Sejauh ini, satu-satunya hal konkrit adalah kurangnya komunikasi,” katanya di TV lokal.

Paus Francis, penduduk asli Argentina, termasuk di antara banyak orang dari seluruh dunia yang menawarkan dukungan. Kantor paus tersebut mengatakan pada hari Sabtu bahwa dia sedang berdoa dengan sungguh-sungguh agar kru segera kembali ke keluarga mereka.

Angkatan laut telah mengatakan bahwa pemadaman listrik mungkin menyebabkan masalah komunikasi pada kapal. Protokol Angkatan Laut mengarahkan kapal selam untuk naik ke permukaan saat komunikasi hilang. | red-12/ VOA |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini