telusur.co.id | Jakarta | Usai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Setya Novanto ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kursi Ketua Umum Partai Golkar menjadi rebutan.

Konflik antar faksi bakal berlanjut sampai pemilihan Umum 2019. Nah, untuk meredam konflik internal, Jusuf Kalla (JK) dianjurkan untuk mengambil alih pucuk pimpinan Ketua Umum Golkar.

Pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, posisi ketua harus di ambil alih oleh orang yang sudah berpengalaman. Hal itu untuk melerai terjadinya konflik.

“Kriteria Pak JK lah yang paling pas,” ujarnya kepada wartawan saat dihubungi, Jakarta, Senin (20/11).

BACA JUGA :  Munaslub Golkar Sulit Dibendung, Dedi Mulyadi : Airlangga Sudah Direstui Jokowi..!

Menurut Hendri, selain berpengalaman JK juga sebagai tokoh senior dan Wakil Presiden Republik Indonesia, sudah tentu dirinya mampu mengayomi semua faksi di internal Golkar.

Tak hanya itu JK pun dikenal sebagai tokoh yang netral di semua kalangan baik di lintas agama maupun nasionalis.

“Tokoh senior ini (JK), bisa di terima dari semua kelompok yang ada,” ucapnya.

Perlu diketahui saat ini partai golkar sedang mengalami konflik internal. Pasalnya, setelah penahanan Setya Novanto posisi Ketua Umum Golkar menjadi lirikan semua kader partai berlambang pohon beringin.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini