telusur.co.id | Medan | Dari sebuah rumah sederhana berdinding kayu milik Sutan Pangurabaan Pane di Desa Pangurabaan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, ternyata telah melahirkan tiga tokoh nasional, yaitu Sanusi Pane, Armijn Pane dan Lafran Pane yang baru saja, Kamis (9/11) kemarin dikukuhkan Presiden Jokowi sebagai Pahlawan Nasional di Istana Negara.

“Ya, keluarga yang tinggal di rumah tua yang sederhana itu, memang telah melahirkan tiga tokoh nasional yang menjadi kebanggaan kami warga Sumatera Utara,” ujar Fadly Nurzal anggota Komisi IV DPR RI, Jumat (10/11) saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Menurut Fadly, keluarga Sutan Pangurabaan Pane seniman Batak Mandailing yang tinggal di rumah sederhana itu, telah melahirkan Sanusi Pane, seorang sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru yang karya-karyanya banyak diterbitkan antara 1920-an sampai dengan 1940-an.

Lalu, Armijn Pane, beliau adalah seorang Sastrawan Indonesia yang pada tahun 1933 bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah mendirikan majalah Pujangga Baru yang mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai sebuah pergerakan modernisme sastra.

BACA JUGA :  Jelang Munas X di Medan : KAHMI Jaya Pastikan Usung Fadly Nurzal

Sementara itu masih menurut Fadly, pada 12 April 1923 lahir anak keenam keluarga Sutan Pangurabaan Pane, Lafran Pane pendiri HMI yang kemudian dikukuhkan Presiden Jokowi sebagai pahlawan nasional.

“Jadi rumah milik keluarga Sutan Pangurabaan Pane itu, adalah rumah bersejarah milik keluarga yang melahirkan tokoh-tokoh pergerakan nasional yang berjasa besar membangun NKRI ini,” ujarnya.

Karena itu menurut Fadly, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memberikan perhatian khusus terhadap rumah bersejarah tersebut, hingga generasi muda di Sumatera Utara khususnya di Tapanuli Selatan tidak memiliki keterputusan sejarah.

“Perlu dipikirkan pihak Pemkab Tapsel untuk menjadikan rumah itu sebagai salah situs sejarah yang dilindungi pemerintah,” tegas Fadly mantan Pengurus Badko HMI Sumatera Utara yang kini diunggulkan menjadi Presidium Majelis Nasional KAHMI.

BACA JUGA :  Lafran Pane Resmi Pahlawan Nasional, Hamdan Zoelva : Ini Bentuk Pengakuan Negara Terhadap HMI

Senada dengan Fadly, Ketua Majelis Daerah KAHMI Tapanuli Selatan, Borkat, S.Sos. menyampaikan bahwa pihaknya sudah berbicara dengan Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu terkait langkah-langkah melestarikan rumah bersejarah itu.

Bahkan dijelaskan Borkat, pihak Pemkab Tapsel saat ini sedang menyelesaikan pembangunan Perpustakaan Sejarah “Lafran Pane” Tapanuli Selatan yang letaknya tak jauh dari rumah Keluarga Sutan Pangurabaan Pane.

“Insya Allah perpustakaan ini akan diresmikan tanggal 5 Februari 2018, tapi sebelumnya tanggal 19 November 2017 nanti akan dibuat kenduri syukuran masyarakat Tapsel atas diangkatnya pak Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional yang digelar digelar persis di depan rumah keluarga Sutan Pangurabaan Pane,” pungkasnya. | red-03 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini