telusur.co.id | Jakarta | Direktur Eksekutif Poltraking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan hasil survei terbaru menunjukkan bahwa dalam pertanyaan spontan (top of mind) kandidat presiden yang kuat adalah Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Jokowi 41.5 persen, Prabowo Subianto 18.2 persen, dan Jusuf Kalla (JK) 0.9 persen unggul dari kandidat lainnya,” ungkap Hanta.

Lebih lanjut, dalam simulasi elektabilitas kandidat presiden, survei ini menunjukkan bahwa praktis hanya Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto yang memperoleh elektabilias dua digit atau di atas 10 persen.

Dengan raihan dua digit tersebut, kemungkinan besar Pilpres 2019 bakal terjadi head to head antara Jokowi dan Prabowo. “Peluang terjadinya head to head antar 2 kandidat masih cukup besar disebabkan karena 3 hal. Pertama, hanya kedua kandidat yang memperoleh elektabilitas dua digit. Kedua, Jokowi hampir pasti diajukan kembali jadi Capres.”

BACA JUGA :  Bantah Gunakan Cara Rusia, Priyo Budi: Ala Mukidi

Ketiga, Gerindra akan sekuat tenaga membentuk poros pengusung Prabowo Subianto, karena Prabowo Subianto turut memberikan insentif elektoral tinggi terhadap Partai Gerindra (Coattail Effect).

Namun, jika head-to-head antara dua kandidat terkuat, maka elektabilitas Joko Widodo 53.2 persen adalah yang tertinggi. Sementara Prabowo Subianto 33.0 persen berada di posisi kedua dengan gap elektabilitas kedua kandidat sebesar 20.2 persen. | red-4 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini