telusur.co.id | Purwakarta | Badai tsunami politik yang terus mengancam Partai Golkar, bakal meluluhlantakkan partai berlambang pohon beringin ini. Karena itu Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa Partai Golkar yang saat ini sedang kritis, harus segera diselamatkan.

“Kami pengurus di daerah menilai dengan kondisi sekarang, harus ada langkah cepat untuk keluar dari badai dan jeratan masalah. Golkar kritis wajib cepat diselamatkan,” ujar Dedi Mulyadi, Kamis (23/11) pagi kepada wartawan di halaman kantornya di Purwakarta, Jawa Barat.

Ditegaskan Dedi, pihaknya sangat berkewajiban untuk menyelamatkan Partai Golkar saat ini. Pasalnya, menurut Bupati purwakarta ini, kantong suara pemilih usia 40 tahun ke atas yang selama ini menjadi kekuatan partainya, dalam kondisi sekarang ini bisa tergerus dan berpindah ke partai lain.

Karena itu menurutnya harus ada langkah serius mengantisipasinya dengan membidik potensi pemilih dibawah usia 40 tahun. “Bagaimana kita bisa menggapai pemilih di bawah usia tersebut yang sangat potensial sekarang ini,” ungkap Dedi.

BACA JUGA :  Sebulan Terakhir Elektabilitas Golkar di Jabar Melorot, Sebaliknya Dedi Malah Terus Naik

Dijelaskan Dedi, pihaknya bersama pengurus partai daerah yang lain telah memberikan dua opini yang wajib dilakukan Golkar, agar bisa keluar dari berbagai masalah akibat badai krisis yang melanda partainya.

Pertama, jelas Dedi seluruh pengurus daerah akan melakukan musyawarah untuk membahas pemimpin baru secara definitif.

Kedua, menurutnya harus segera dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa ( Munaslub) untuk membahas pemilihan pemimpin baru dalam waktu dekat ini.

Pembenahan lewat kedua langkah itu, masih menurut Dedi Mulyadi harus segera dilakukan, karena waktu yang semakin mepet menjelang pemilihan umum kepala daerah.

“Kalau sampai dua langkah ini tak segera dilaksanakan sesegera mungkin, Golkar akan kiamat. Kita tidak akan menunggu Munaslub berlama-berlama,” tegasnya.

Itulah sebabnya kata Dedi, pihaknya mendesak Golkar segera memutuskan jadwal pelaksanaan Munaslub paling lama sampai tanggal 30 November pekan depan, seraya menegaskan bahwa sudah banyak pengurus di daerah juga menghendaki pelaksanaan Munaslub dipercepat.

BACA JUGA :  Apresiasi UMKM, Dedi Mulyadi : Pemerintah Harus Hadir di Tengah Usaha Rakyat Kecil..!

“Kalau sudah dua per tiga dari DPD I yang setuju, tak ada alasan lagi Munaslub untuk memilih pemimpin baru dilama-lamakan. Itu sudah mau tak mau harus dilaksanakan Munaslub,” imbuhnya.

Ditegaskan Dedi, dirinya bersama pengurus daerah lainnya selama ini konsen untuk menyelamatkan partai. Karenanya, Ketua DPD Golkar Jabar ini membantah pemberitaan sejumlah media, bahwa desakan Munaslub itu demi mendapat rekomendasi kepala daerah.

“Salah kalau saya dinilai berjuang demi rekomendasi pilgub. Saya ini kader partai dan wajib berjuang menyelamatkan partai. Partai Golkar adalah partai besar yang selama ini sejatinya sebagai wadah berkumpulnya para aktivis dan pejuang masyarakat lainnya sejak dulu. Kalau dibiarkan masalah sekarang melekat dengan Golkarnya dan sudah dinilai oleh masyarakat, ya Golkar Kiamat,” pungkasnya seraya menegaskan pihaknya sudah tak mau lagi langkah penyelamatan Partai Golkar itu dilama-lamakan lagi | red-03 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini