telusur.co.id | San Francisco | Facebook pada Rabu mengatakan menghentikan sementara kemampuan pengiklan di jejaring gaulnya untuk meniadakan kelompok ras sasaran iklan, sementara mempelajari bagaimana fitur tersebut digunakan untuk melakukan pembedaan.

Kepala operasional Facebook, Sheryl Sandberg, mengatakan kepada anggota parlemen AS suku Afrika-Amerika dalam surat bahwa perusahaan tersebut bertekad berbuat lebih baik setelah laporan berita mengatakan bahwa Facebook gagal menutup iklan diskriminatif.

Kantor berita berbasis di AS, ProPublica, melaporkan pada pekan lalu bahwa sebagai bagian dari penyelidikan, mereka melakukan pembayaran pada iklan perumahan, yang diskriminatif, di Facebook dan lolos melewati proses peninjauan perusahaan, meskipun ada klaim dari Facebook beberapa bulan lalu bahwa mereka dapat melacak dan menghapus iklan.

“Hingga kami bisa memastikan bahwa alat kami tidak akan digunakan secara tidak tepat, kami akan menghentikan pilihan yang memungkinkan pengiklan mengecualikan segmen afinitas multikultural dari pemirsa untuk iklan mereka,” kata Sandberg dalam surat tersebut kepada anggota kelompok hitam di Kongres, kata salinan, yang dikirimkan secara berjaringan oleh ProPublica.

BACA JUGA :  Penghentian Facebook Bukan Solusi

Adalah melanggar hukum berdasarkan undang-undang AS untuk menerbitkan jenis iklan tertentu, jika mereka menunjukkan preferensi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, atau klasifikasi tertentu.

Facebook, jaringan sosial terbesar di dunia dengan 2,1 miliar pengguna dan 36 miliar dolar AS pendapatan tahunan, telah bertahan dalam praktek periklanannya.

Pada September, Facebook mengungkapkan adanya iklan yang berhubungan dengan Rusia yang berjalan selama kampanye pemilihan AS 2016. Pada bulan yang sama, Facebook menonaktifkan sebuah sarana, juga dilaporkan oleh ProPublica, yang secara tidak sengaja membiarkan pemasang iklan menargetkan berdasarkan pekerjaan yang dilaporkan oleh orang lain, walaupun pekerjaan itu “pembenci Yahudi”.

BACA JUGA :  Satu Juta Data Pengguna Facebook di Indonesia Bocor

Sandberg mengatakan dalam surat bahwa pengiklan yang menggunakan opsi penargetan Facebook untuk menyertakan ras tertentu untuk iklan tentang perumahan, pekerjaan atau kredit harus menyatakan ke Facebook bahwa mereka mematuhi kebijakan anti-diskriminasi Facebook dan dengan undang-undang yang berlaku.

Sandberg membela pemasaran berbasis ras dan budaya pada umumnya, dengan mengatakan bahwa ini adalah praktek umum dan sah dalam industri iklan untuk mencoba mencapai komunitas tertentu.

Perwakilan AS Robin Kelly, anggota suara kelompok hitam di Kongres, mengatakan bahwa tindakan Facebook telah sesuai.

“Ketika saya pertama kali mengangkat masalah itu dengan Facebook, saya kecewa,” kata Kelly, politisi partai Demokrat dalam pernyataan. “Ketika menjadi perlu mengangkat masalah ini lagi, saya kesal. Untungnya, kami telah mampu membangun jaringan komunikasi konstruktif, yang menghasilkan langkah positif ke depan,” katanya.

|red-11/ANT|

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini