telusur.co.id | Medan | Calon Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI Fadly Nurzal menawarkan gagasan penguatan kaderisasi dan kepemimpinan di lingkungan Himpunan Mahasiswa Islam, temasuk wajib fasilitasi training dan kegiatan HMI oleh KAHMI, tapi tak boleh intervensi dalam keputusan maupun kegiatan HMI.

Di sela-sela Munas Korps Alumni HMI (Kahmi) di Medan, Sabtu (18/11), Fadly Nurzal mengatakan, pihaknya telah mendiskusikan gagasan itu dengan pengurus Kahmi di berbagai daerah, terutama di regional Sumatera.

Dua konsep tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat eksistensi HMI sebagai salah satu organidasi yang menjadi “kawah candradimuka” calon pemimpinan bangsa.

Sebagai wadah perhimpunan alumni, Kahmi harus dapat memberikan stimulan bagi HMI yang selalu mengedepankan konsep keislaman dan nasionalisme.

“Stimulasi itu sangat perlu, tapi bukan mengintervensi,” katanya.

Kemudian, kata Fadly, Kahmi harus dapat mendukung penguatan latihan kepemimpinan bagi kader HMI di berbagai daerah.

BACA JUGA :  Duo Fadli, Apresiasi Kehadiran Presiden dan Wapres di Arena Munas Ke-10 KAHMI

Meski alumninya tersebar di berbagai profesi dan partai politik, kader HMI harus dilatih dengan kepemimpinan yang independen dan mengacu pada nilai idealisme.

Karena itu Fadly menyambut baik usaha terus menerus mengawal dan memfasilitasi kelangsungan perkaderan HMI seperti yang dilakukan para alumni HMI di Medan yang besok, Ahad (19/11) akan meresmikan penggunaan Gedung Baru pusat aktifitas Keluarga Besar HMI di Jalan Adinegoro 15, setelah sebelumnya dilakukan renovasi besar-besaran.

“Saya sangat mengapresiasi langkah abang, kakak dan kawan-kawan alumni HMI Cabang Medan yang telah merenovasi Gedung Alimbas yang dulu sempat diresmikan ayahanda Lafran Pane, karena ketersediaan fasilitas perkaderan HMI saat ini akan sangat menentukan kekuatan dan eksistensi KAHMI ke depan,” ujar Fadly.

Karena itu, Fadly berkeinginan agar salah satu fokus penguatan perkaderan HMI se-Indonesia oleh KAHMI ke depan, diantaranya adalah memperhatikan dan menyediakan fasilitas pusat-pusat pelatihan (training) untuk HMI seperti dilakukan para alumni HMI Cabang Medan. Bigitupun, Fadly mengingatkan langkah memperhatikan dan menyediakan fasilitas perkaderan HMI oleh KAHMI itu bukan berarti alumni mengintervensi perkaderan HMI.

BACA JUGA :  Persiapan Munas X KAHMI Segera Rampung, MW Sumut Sodorkan Skema Kandidat 2:7

“HMI tidak boleh infiltrasi dari mana pun, training-training dan kegiatan HMI tak boleh diintervensi dengan muatan kepentingan politik praktis alumninya, sebab independensi HMI tetap perlu ditegakkan,” kata anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Mengenai persaingan sebagai Presidium Kahmi, pihaknya tidak mempermasalahkannya karena amanah yang akan didapatkan dalam munas tersebut merupakan lanjutan pengabdian setelah menyelesaikan kaderisasi di HMI.

“Kahmi adalah ladang pengabdian setelah merasakan proses pembinaan di HMI. Jadi, tidak boleh dalam konteks berhadap-hadapan,” ujar Fadly Nurzal. | red-03 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini