Foto: net

 

Telusur.co.id | Jakarta | Meskipun Setya Novanto (Setnov) berada dalam tahanan KPK dan tidak dapat aktiv bekerja sebagai Ketua DPR,  Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan Setnov masih berstatus ketua umum Partai Golkar dan ketua DPR RI .

“Novanto juga sudah mengirimkan dua surat ke pimpinan DPR RI yang isinya meminta agar jabatannya tidak berubah yakni sebagai ketua umum Partai Golkar dan sebagai ketua DPR RI,” kata Fahri Hamzah, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (22/11). Fahri juga menyampaikan bahwa dua surat Setnov diterima Pimpinan DPR pada hari Selasa (21/11).

BACA JUGA :  Jokowi Sebut Banyaknya OTT Bukan Ukuran Keberhasilan Antikorupsi, Fahri Hamzah: Kok Telat

Kedua surat itu masing-masing ditujukan kepada pimpinan DPR RI dan DPP Partai Golkar. Lanjut Fahri. menjelaskan

“Dalam surat itu, Novanto menuliskan dirinya tidak bersalah dan meminta jabatannya sebagai ketua umum Partai Golkar dan sebagai ketua DPR RI,” katanya.

Fahri menegaskan, pimpinan DPR RI masih menunggu surat resmi dari DPP Partai Golkar terkait sikap Partai Golkar terhadap Novanto.

Berdasarkan UU No 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD RI (MD3), Novanto yang saat ini berstatus tersangka tetap sebagai ketua DPR RI. Ujarnya.

BACA JUGA :  Awas, Divestasi Freeport Bisa Jadi Skandal Century Jilid 2

Jika kasusnya sudah disidangkan dan berstatus sebagai terdakwa, kata dia, baru posisinya dapat berubah.

Pada kesempatan tersebut, Fahri juga memuji, keputusan rapat pleno DPP Partai Golkar yang memutuskan menunggu perkembangan kasus hukum yang dihadapi Novanto.

“Pak Novanto sudah mendaftarkan gugatan pra-pradilan yang kedua dan dijadwalkan akan disidang pada 30 Nopember mendatang,” katanya.Budi Suyanto. | Red- Jack/ ant |.

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini