Foto: net

telusur.co.id | Jakarta | Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah melakukan kebohongan publik dalam menangani kasus mega skandal Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP).

“Pertama dia bilang yang Mastermind nya itu tiga orang, Nazaruddin, Anas, sama Novanto. terus keterlibatan Nazaruddin sama Anas nya mana? ko engga ada gitu,” jelasnya di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (13/11).

KPK dikatakan Fahri, selalu mengatakan bahwa Proyek e-KTP merugikan negara. Padahal, hasil audit Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan jelas bahwa dalam pengadaan proyek e-ktp negara tak menelan kerugian.

BACA JUGA :  Tagar 2019 Ganti Presiden Dilarang, Ini Saran Fahri Hamzah

“BPKP dibawah sumpah mengatakan auditnya tidak ada masalah dalam harga. BPK bilang gak ada kerugian, hanya persoalan kurang bayar beberapa miliar,” ucapnya.

Seperti yang di ketahui, lembaga super body tersebut menetapkan Setya Novanto yang juga Ketua DPR RI sebagai tersangka untuk kedua kalinya. Dimana pada penetapan tersangka awal, Setnov menggugat dan memenangkan praperadilan.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini