telusur.co.id | Jakarta | Bergabungnya Deddy Mizwar sebagai kader Partai Demokrat, membuat geram Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Wakil Ketua Bidang Penindakan Badan Pengawas dan Disiplin DPP Partai Gerindra, Rahmat Sorialam Harahap menilai Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) tak memiliki etika politik yang baik.

“Terkait fatsun politik, sikap Demiz yang bergabung ke Demokrat tak memiliki etika politik,” ujarnya saat di hubungi wartawan telusur.co.id, di Jakarta, Rabu (22/11).

Seharusnya, dikatakan Rahmat, Wakil Gubernur Jabar tersebut memahami aturan yang ada di partai politik termasuk Partai Gerindra. artinya, jika ingin bergabung ke partai lain izin atau komunikasi terlebih dahulu.

Apalagi antara Gerindra dan Demiz selalu melakukan komunikasi. “Harusnya dia yang selama ini sudah berkomunikasi dengan Gerindra,” jelasnya.

Atas kepindahan Demiz, Partai Gerindra merasa tidak dihargai sebagai partai yang memilii suara terbesar ke 3 dalam pemilu 2014.

“Harusnya memberitahu atau pamit untuk masuk Demokrat,” kecewanya.

Sebelumnya, Partai Gerindra sepakat mengusung Demiz untuk maju sebagai calon Gubernur Jabar pada 2018. Demiz bahkan secara terang-terangan bergabung ke Partai Gerindra.

“Ya kan enggak apa-apa, Gerindra kan bukan partai terlarang. Iya (sudah jadi kader) cuma enggak tahu jadi apa sekarang, jadi penasihat boleh,” ujarnya usai menghadiri upacara HUT RI ke-72 di Lapang Gasibu, Bandung, Kamis (17/8).

“Ya belum lah (kartu anggota) kan baru semalam. Saya diminta untuk jadi kader karena maju atas nama Gerindra. Gerindra kan berkoalisi dengan PKS,” ujarnya menambahkan.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini