telusur.co.id | Bandung | Elektabilitas Ketua DPD Tingkat 1 Partai Golongan Karya (Golkar) Dedi Mulyadi terus meningkat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Jabar) pada 2018 mendatang.

Anasisis Politik Point Indo Barometer, Arif Nurul Iman mengatakan, Dedi Mulyadi mengalami peningkatan ke angka 20 persen.

“Hasil survei Indo Barometer cukup menarik,” katannya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (4/11).

Meski demikian Arif membeberkan bahwa konstalasi pemilih di Provinsi Jabar masih terus cair, terlebih hasil survei belum tentu dapat di pastikan menjadi pemenang dalam pertarungan pilgub.

“Siapapun yang unggul dalam survei belum tentu akan memenangi pertarungan pada Pilgub (Pemilihan Gubernur) Jabar nanti,” katanya.

Faktor gencarnya “blusukan” yang dilakukan Dedi Mulyadi dikatakan Arif, menjadi penentu kenaikan elektabilitasBupati Purwakarta. Ditambah, komunikasi Dedi sangat mudah dicerna oleh masyarakat perdesaan.

“Cara komunikasi Dedi Mulyadi kepada masyarakat di pedesaan ini sangat efektif, mudah dicerna oleh kalangan itu,” katanya.

Tak hanya itu lanjut Arif, pindahnya dukungan Partai Golkar ke pada Ridwan Kamil mendatangkan keuntungan bagi Dedi Mulyadi.

“Kader Golkar menjadi semakin solid mendukung Dedi Mulyadi setelah rekomendasi diumumkan. Dampaknya bagus untuk Dedi. Tetapi negatif bagi Golkar,” katanya.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini