telusur.co.id | Denpasar | Teka-teki yang siapa yang nantinya akan diusung oleh PDIP sebagai Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali akan segera terjawab. Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP PDIP Hasto Kristanto saat menggelar jumpa pers di Sekretariat DPD PDIP Bali di Jalan Banteng Renon Denpasar, Selasa (7/10/2017) .

DPP PDIP akan mengumumkan nama Pasangan Calon yang akan diusung pada Pilgub Bali 2018 mendatang pada tanggal 11 November 2017 ini. Bukan hanya untuk Bali, DPP juga akan mengumumkan Pasangan Calon untuk Provinsi Riau.
“Tiba saatnya nanti keputusan tersebut akan diumumkan pada tanggal 11 November di Kantor DPP PDIP di Jakarta. Nanti, Bali kami umumkan bersamaan dengan Riau. Mengingat itu hari raya Kuningan, kita akan melakukan doa bersama di Pura Gunung Salak,” ujarnya.
Menurutnya, Pasangan yang akan diusung  oleh PDIP bisa saja perpaduan antara kader dan non kader. Yang terpenting, figur tersebut memiliki aspek-aspek historis, kultural, dan spritual. PDIP juga melakukan survey dan pemetaan politik.Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri juga telah mendapat masukan dari beberapa tokoh untuk rekomendasi Pilgub Bali.
“Bisa internal dan eksternal partai, atau internal partai. Prinsipnya, PDIP percaya gotong royong. Jadi dimungkinkan, jika DPP menetapkan calon yang diluar melalui penjaringan dari bawah” tegasnya.
Pihaknya sudah bertemu dengan beberapa tokoh di Bali dan juga dari internal PDIP seperti Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPD RI Ngurah Oka Ratmadi, serta kepala daerah di Bali yang diusung oleh PDIP.
“Tugas saya yang diberikan oleh ibu (Ketua Umum) adalah bertemu dengan tokoh-tokoh tersebut. Siapa yang akan direkomendasikan itu, kami hadirkan Pasangan Calon yang memahami Bali. Kami tak ingin ada gap antara mekanisme partai dengan harapan rakyat,” terangnya.
Lebih lanjut, dirinya menampik jika pertemuan dengan para tokoh tersebut diasumsikan untuk meredam gejolak saat rekomendasi dikeluarkan. Dirinya hanya menegaskan bahwa hal itu hanya untuk meminta masukan dan tugas yang diberikan oleh Ketua Umum kepada dirinya. “Hanya tafsir itu, tapi boleh-boleh saja,” pungkasnya. | red-010
Like :
BACA JUGA :  Pilgub Jatim, Banteng Soroti Kasus Coblos Ganda

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini