telusur.co.id | Los Angeles | “Saya tahu warga Australia dikenal tidak meninggalkan pesta pada saat tidak tepat, tapi setelah 17 tahun, inilah saatnya meninggalkan pesta tersebut,” kata Hugh Jackman bergurau saat membahas terakhir kali memerankan Wolverine dalam film laga “Logan.” Aktor asal Australia itu membuat terobosan sebagai Wolverine, mutan kasar serta bercakar pada film “X-Men” (2000), dan sejak itu memainkan tokoh tersebut delapan kali. Tapi, dengan “Logan” pada tahun ini, Jackman mengatakan bahwa ia dan pembuat film mengambil risiko terbesar untuk penampilan terakhirnya sebagai pahlawan mutan.

“Ini bukan pencetak uang,” kata Jackman dalam wawancara.

“Masyarakat menganggap itu risiko terbesar, paling bodoh yang pernah ada, dan saya pikir, masyarakat menganggap Anda hanya melakukan sekuel, karena ini adalah penghasil uang, tapi pengalaman saya menjadi bagian di dalamnya adalah bahwa hal itu selalu terasa seperti risiko dan kupikir itu harus dirayakan,” katanya.

“Logan” adalah kali pertama Jackman, 49, memainkan tokohnya dalam film dengan peringkat remaja, tempatnya mengungkapkan sisi Wolverine lebih gelap dan lebih tersiksa.

Dalam film tersebut, seorang Logan yang lebih tua dan lelah berjuang dengan kecanduan alkohol saat dia menyelamatkan seorang gadis mutan muda dan dengan enggan membantu dia dalam perjalanannya untuk mendapatkan perlindungan, keduanya menempa persahabatan yang tidak mungkin terjadi, meski keduanya memiliki emosi yang eksplosif.

“Ini adalah seorang pria yang hidupnya berpusat pada kekerasan,” kata Jackman, “Tampak sangat sulit secara tematis, tidak hanya dalam hal kekerasan grafis tapi juga konsekuensi kekerasan, nampaknya tidak mungkin menjadikannya sebagai film PG-13 (dalam pengawasan orang tua) dan benar-benar membahas tematiknya dan pada tingkat yang serius.” Film tersebut mendapat pujian yang kuat dari para kritikus ketika dirilis pada Maret, meraup lebih dari 600 juta dolar AS di seluruh dunia menurut BoxOfficeMojo.com. Studio film 20th Century Fox berharap keterlibatan Jackman yang baru akan memberi karakter “Logan” keunggulan kompetitif di musim penghargaan mendatang, yang biasanya tidak menyukai film yang diangkat dari buku komik yang beranggaran besar.

“Ini adalah saat yang tepat bagi kita sebagai aktor atau pencipta cerita,” kata Jackman, “Saya senang bahwa Academy (Motion Picture Arts and Sciences, pemilih dalam Oscar) melihat bahwa ada berkurangnya batasan dalam hal membuat film yang sangat bagus, dan jenis film seharusnya tidak mendikte itu.”

| red-11/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini