Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari. FOTO: telusur.co.id

telusur.co.id l Jakarta l Ketua Komisi 1 DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras peluncuran rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru Hwasong-15 oleh Korea Utara.

Bagi Kharis, peluncuran roket merusak ketenangan selama dua bulan di mana Korut tidak melakukan uji coba rudal, namun dengan uji coba yang kesekian kali ini Korea Utara sedang bermain api yang dapat membakar ketenangan kawasan dan perdamaian. “Ini jelas melanggar resolusi PBB dan kedaulatan negara lain,” tegas Kharis dalam keterangan tertulis kepada media Rabu 29 November 2017.

Menurut anggota DPR dari Fraksi PKS ini dengan adanya perlombaan senjata pemusnah di kawasan Korea ini maka sangat berpengaruh terhadap keamanan kawasan khususnya kawasan ASEAN dan sekitarnya yang dapat mengancam perdamaian seluruh dunia.

BACA JUGA :  Usai Bertemu Kim, Trump Pusing

“Berbagai resolusi dan kecaman silih berganti namun tak kunjung reda, Indonesia mempunyai peran yang strategis untuk ikut meredakan situasi yang berkembang agar wilayah itu menjadi zona damai melalui upaya-upaya diplomatik,” jelas Kharis.

Berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya resolusi 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017), telah dikeluarkan dan tidak ada satupun yang dipatuhi oleh Korea Utara.

Lebih lanjut dia mendesak pemerintah bisa melakukan berbagai tekanan, misalkan memanggil Dubes Korea Utara di Jakarta untuk meminta penjelasan dan menyampaikan kecaman Indonesia. “Kita tidak ingin ada permusuhan, ketegangan dan kita ingin kedamaian di kawasan,” tegas Kharis, legislator yang terpilih dari dapil Jawa Tengah 5 ini.

BACA JUGA :  Indonesia Buka Jalan Pencak Silat Menuju Olimpiade

Kharis juga mendukung penuh langkah yang sudah dilakukan kementerian luar negeri dan mendukung setiap upaya pemerintah Indonesia di PBB untuk terus mencari dan menjaga agar perdamaian di kawasan terjaga.

Menlu telah melakukan langkah yang terukur, namun perlu tambah tekanan lagi ke Korea Utara agar sahabat kita lainnya dikawasan seperti Jepang dan Korea Selatan juga di hormati kedaulatannya” tutup kharis. l Farouk Iskandar l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini