telusur.co.id | Jakarta | Tingkat elektabilitas Partai Golkar semakin hari terus menurun. Bahkan, partai berlambang beringin harus rela menjadi nomor ketiga karena berhasil disalip Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Hasil itu berdasarkan survey terbaru dari lembaga Survei Nasional Poltracking Indonesia. Survey yang dilaksanakan pada 8-15 November 2017 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling.

Lalu, jumlah sampel dalam survei ini adalah 2400 responden dengan margin of error +/- 2% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel survei menjangkau 34 provinsi se-Indonesia secara proporsional itu menunjukkan jika tingkat keterpilihan Partai Golkar kian menurun.

BACA JUGA :  PDIP Usung Sendiri Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar, Golkar Terancam Akan Kehilangan Banyak Kader

Direktur Eksekutif Poltraking Indonesia, Hanta Yudha mengungkapkan tingkat keterpilihan Partai Golkar saat ini berada diangka 10,9 persen karena kasus E KTP yang dihadapi Setya Novanto jelas mempengaruhi suara Golkar. “Suara Golkar menurun, tetapi Gerindra naik tajam karena figure Prabowo,” ujar Hanta.

Dilanjutkan dia, posisi PDIP tak tergoyahkan sebagai partai yang memperoleh suara cukup tinggi dengan meraih 23.4 persen. Diposisi kedua, Partai Gerindra 13.6 persen, dan Partai Golkar 10.9 persen.

PKB menjadi partai nomor empat dengan 5.1 persen, disusul Partai Demokrat  4.2 persen, Partai Nasdem 3.0 persen, PKS 2.6 persen, PAN 2.1 persen, PPP 2.1 persen, Perindo 1.3 persen, Partai Hanura 0.7 persen, PSI 0.7 persen, dan PBB 0.2 persen.

BACA JUGA :  Kader Gerindra Setuju Fatwa MUI Jangan Pilih Pemimpin Ingkar Janji Dijadikan UU

Namun, dengan Undecided Voters 28.8 persen, peluang meningkatkan elektabilitas partai masih ada. Mempunyai Visi-Misi dan Program Kerja yang baik/sesuai 28.8 persen adalah alasan kebanyakan publik dalam menentukan pilihan partai. | red-4 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini