telusur.co.id | Jakarta | Meski masih menunggu putusan Praperadilan Setya Novanto, wacana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) terus menguat. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendeadline Munaslub Golkar dilakukan paling lambat Desember 2017.

“Saya kira Desember sudah harus ada pergantian,” kata JK di Kantor Wakil Presiden.

Desakan itu, sesuai dengan apa yang disetujui pleno yakni seusai putusan praperadilan Setya Novanto. Bagi JK, apapun hasil praperadilan sidang pertama yang akan dilakukan pada 30 November 2017 itu, nama Setya Novanto dan Golkar telah tercoreng kasus korupsi sehingga perlu segera dibersihkan.

BACA JUGA :  Renungan Malam HUT RI, Akom Minta Konflik Golkar Tak Diperuncing

Sebab, Praperadilan tidak mengadili substansi, tetapi mengadili proses saja. Bagi pandangan masyarakat tetap saja Setya Novanto bermasalah. “Prosesnya bisa saja katakanlah dia menang, orang akan tetap berpikir bahwa ada masalah,” kata dia.

Munaslub, dilanjutkan JK, dilakukan untuk menyelamatkan citra Golkar yang elektabilitasnya menurun karena kasus Setya Novanto. Survey terbaru, Partai Golkar terus turun dan berada diurutan ketiga dengan mendapatkan 10 persen. | red-4 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini