telusur.co.id | Jakarta | Gejolak Partai Golongan Karya (Golkar) untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) terus berhembus.

Beberapa tokoh senior Partai Golkar menyuarakan agar partai berlambang pohon beringin segera melakukan perubahan agar elektabilitas partai kembali meningkat.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta Partai Golkar sedini mungkin menggelar Munaslub untuk memilih ketua umum baru.

Sebab, jika partai yang berdiri sejak tahun 1964 tetap mempertahankan Ketum Setya Novanto yang saat ini di tahan KPK, kancah golkar diperpolitikan nasional akan habis.

BACA JUGA :  Golkar Bangga Tersangka KPK Menang di Pilgub Maluku Utara

“Harus mempersiapkan diri menyiapkan kepemimpinan baru. Kalau tidak saya takut betul ini kiamat bagi Golkar,” ujarnya di acara seminar di ulang tahun Jusuf Wanandi ke-80 di Jakarta, Kamis (23/11).

Saat ini menurut mantan Ketua DPR RI 1999 -2004, beberapa lembaga survei dalam mengeluarkan rilis, memperlihatkan penurunan elektabilitas Partai Golkar.

“Kalau golkar terus mempertahankan bukan tidak mungkin suara Golkar anjlok sampai di bawah 4 persen pada pemilu dan tidak lolos ke parlemen,” ucapnya.

Oleh sebab itu, sebagai partai pemenang ke dua dalam pemilu 2014, Akbar meminta Partai Golkar melakukan langkah konkrit.

BACA JUGA :  JK Sebut Era Reformasi Perbedaan Partai Nasionalis dan Agamis Tidak Terlihat

“Golkar harus melakukan langkah perubahan kepemimpinan ke depan. Cara yang paling valid adalah Munaslub,” pungkasnya.| red-06 |

B

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini