telusur.co.id l Jakarta l Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menegaskan pihaknya siap meladeni gugatan 13 partai politik di Bawaslu. Kesiapan KPU, karena mengklaim mempunyai bukti dan data yang lengkap dan akurat untuk membuktikan jika apa yang dilakukan oleh KPU sesuai dengan aturan yang ada.

“Pada saat pendaftaran partai yang lengkap kita kasih surat cek list, begitupun partai yang tidak lengkap juga kita kasih surat instrumen cek list, makanya data yang ada bisa dipertanggungjawabkan karena kita punya cek list dan dokumen lainya,” ungkap Wahyu di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Berbekal data yang lengkap, KPU siap menghadapi gugatan partai politik di Bawaslu. “Kita siap menghadapi dan melayani sidang di Bawaslu karena kita mempunyai dokumen yang sangat lengkap,” ujarnya penuh yakin.

BACA JUGA :  Soal Penggerebekan Beras Bersubsidi, Viva Anggap Salah Kaprah

Bahkan, sambung Wahyu, KPU sudah merinci kapan melakukan sosialisasi ke partai, kapan lakukan simulasi ke partai, dan kapan partai konsultasi ke KPU dalam hal syarat pendaftaran partai politik. Hal itu, Itu untuk membuktikan jika KPU sudah melakukan upaya-upaya yang telah digariskan oleh Undang-undang.

“Dapat kami informasikan bahwa KPU dalam bekerja itu benar-benar melayani partai politik secara adil dan setara, kawan-kawan bisa menyimak partai lama yang kita nyatakan belum lengkap, kita suruh kembali, itu juga banyak. Sebut saja misalnya PDI perjuangan, PKB dan termasuk PPP,” sebutnya.

BACA JUGA :  Dicalonkan Sebagai Wagub DKI, M Taufik Datangi Rumah Prasetio Edi

Hal ini untuk menggambarkan bahwa KPU bertindak adil dan setara terhadap partai lama maupun partai baru pun kalau memang belum lengkap disuruh kembali untuk melengkapi pada masa pendaftaran dan diteliti lagi.

“Artinya apa, kita memperlakukan Parpol, calon peserta pemilu 2019 itu secara adil dan setara, tidak peduli partai lama, partai besar, partai baru, partai kecil diperlakukan sama,┬áinilah yang kemudian mungkin ada anekdot ke KPU menjadi anak nakal, KPU yang di fit and propert test di Komisi II kemudian dalam beberapa hal tafsirnya berbeda dengan komisi II,” akunya. l red-4 l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini