telusur.co.id l Jakarta l Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa enam saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi yaitu penerimaan gratifikasi di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Enam saksi akan diperiksa untuk tersangka Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa.

Enam saksi yang akan diperiksa itu antara lain lima orang dari unsur swasta masing-masing Fitri Junaidi, Refki, Rifando, Budi Mulyanto, Muhammad Nasirudin dan Nurliana Adriati Noor berprofesi sebagai dokter.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK telah menyita satu unit apartemen senilai Rp3,6 miliar di Balikpapan milik Rita Widyasari pada Rabu (22/11).

BACA JUGA :  Kasus Novel Tak Tuntas, Penegakan Hukum Jokowi Dianggap Retorika

KPK pada Rabu (22/11) juga melakukan penggeledahan di 11 lokasi yang tersebar di daerah Tenggarong sebanyak sembilan lokasi dan dua lokasi di Samarinda. “Lokasi yang digeledah adalah rumah dan kantor milik beberapa orang anggota DPRD dan yang menjadi tim 11 tersangka Rita Widyasari,” kata Febri.

Menurut Febri, dari lokasi tersebut penyidik menyita sejumlah dokumen. KPK telah menetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari dan dua orang lainnya sebagai tersangka dugaan suap dan penerimaan gratifikasi di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Berdasarkan pengembangan penyidikan, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya tindak pidana korupsi penerimaan gratifikasi sehingga KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan tiga orang tersangka.

BACA JUGA :  KPK Dalami Ocehan Novanto Terkait Aliran Uang Haram E-KTP

Diduga sebagai pihak penerima dalam kasus suap, yaitu Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sementara diduga sebagai pemberi, yakni Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun.

Sedangkan diduga sebagai penerima gratifikasi, yakni Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin. l ant l

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini