telusur.co.id | Meksiko |Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan pada Kamis bahwa sebuah kelompok pakar kebebasan berekspresi akan mengunjungi Meksiko pada akhir November, untuk menilai kondisi keamanan bagi wartawan di negeri itu.

Meksiko merupakan salah satu negara yang paling berbahaya di dunia bagi para reporter.

David Kaye, Pelapor Khusus PBB terkait kebebasan ekspresi, dan Edison Lanza, yang menduduki posisi yang sama di Komisi Hak Asasi Manusia Antar-Amerika, akan berkunjung dari 27 Nopember hingga 4 Desember setelah mendapat undangan dari pemerintah.

“Kunjungan ini terkait krisis terhadap pers yang sedang terjadi di Meksiko, peningkatan dalam tindak kekerasan,” kata Leopoldo Maldonado, petugas perlindungan dan pembelaan pada Pasal 19 di Meksiko, kelompok advokasi kebebasan berekspresi.

BACA JUGA :  Wanita Nyaris Bugil Ditemukan Tewas di Saringan Sampah

Kunjungan tersebut datang, di saat jurnalis Meksiko mengalami gelombang kekerasan terburuk dalam sejarah pada beberapa waktu belakangan ini, dengan setidak-tidaknya 11 wartawan tewas pada 2017, jumlah yang sama jika dibandingkan dengan yang terjadi pada 2016.

Selama 17 tahun belakangan, 111 wartawan tewas pada 2008 di Meksiko, lebih dari sepertiga di antaranya berada di bawah pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Wartawan juga harus mendapati bentuk kekerasan lainnya.

Pada Juni, pegiat, pengacara hak asasi manusia dan wartawan mengajukan tuntutan pidana setelah para ahli menemukan bahwa telepon pintar mereka telah terjangkit dengan perangkat lunak mata- mata canggih yang dijual hanya untuk pemerintah.

BACA JUGA :  PWI Akan Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Wartawan Yusuf

Pemerintah Meksiko mengatakan pada saat itu bahwa tidak ada bukti pihak yang bertanggung jawab terhadap upaya mata-mata itu dan mengutuk setiap upaya yang melanggar wilayah pribadi seseorang.

Para ahli hak asasi akan mengunjungi Kota Meksiko serta negara bagian Guerrero, Veracruz, Tamaulipas dan Sinaloa untuk bertemu dengan pihak legislatif, eksekutif dan yudikatif ditambah wartawan dan perwakilan masyarakat sipil, kata PBB.

Wartawan Tanpa Batas menempatkan Meksiko pada kedudukan 147 dari 180 negara, dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia, di bawah Venezuela, Sudan Selatan dan Bangladesh, dan satu tingkat di atas Rusia.

| red-11/ANT |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini