telusur.co.id | Jakarta | Ketua Gerakan Perlindungan Anak Asa Negeri (Generasi) Ena Nurjanah, menyesalkan perkelahian antar pelajar yang mengakibatkan kematian siswa berinisial RMS.

“Peristiwa ini seharusnya menjadi perhatian semua pihak,” ucap Ena saat di hubungi di Jakarta, (29/11).

Menurut Ena, kejadian tersebut menunjukan lemahnya pihak sekolah dalam memberikan pemahaman kepada siswa dan siswi akan aturan yang berlaku.

“Seharusnya, Pemerintah melalui Kemendikbud bersama kemenPPPA gencar melakukan sosialiasi tentang sekolah yang aman dan ramah,” ucapnya.

Tak hanya itu, dirinya juga mengkritik kurangnya pengawasan orang tua dalam mengontrol anak. Seharusnya seorang anak khususnya yang menginjak remaja diberikan pemahaman agar tidak salah melangkah.

BACA JUGA :  Kekerasan Seks, Generasi Pertanyakan Peran KPAI dan Pemerintah

“Siswa yang sudah menginjak remaja pun harus diberi pemahaman tentang UU perlindungan anak dan konsekuensi hukum atas kekerasan yang dilakukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Ena berharap seluruh pihak untuk melakukan pengawasan agar kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Saya berharap semua pihak bisa melakukan pengawasan dan memberikan pemahaman pada anak yang memasuki usia remaja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Peristiwa meninggalnya pelajar SMP berawal dari Perkelahian antar pelajar atau kerap disebut duel ala gladiator di sebuah lapangan di Desa Gobang, Kampung Leuwi Halang, Rumpin, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/11) sekitar pukul 16.30 WIB.

BACA JUGA :  LPA Generasi Sesalkan Anak-anak Masih Saja Dibawa dalam Kegiatan Politik

Perkelahian yang melibatkan enam siswa dari SMP swasta tersebut telah memakan korban jiwa satu orang yaitu RMS (16 tahun).| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini