Telusur.co.id | JAKARTA | Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Dr. Sujatmiko, MA mengakui sampai saat ini perdangangan manusia masih menjadi masalah serius di dunia termasuk Indonesia.
“Maraknya kejahatan tersebut tentu menjadi ancaman yang serius bagi semua negara. Kita perlu upaya bersama untuk memberantasnya,” ujar Sujatmiko di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Sujatmiko mengatakan, mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang merupakan bagian dari salah satu agenda prioritas nasional. Terlebih, upaya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) seringkali menyasar penata laksana rumah tangga (PLRT), khususnya mereka yang berangkat secara informal. “Kebanyakan korban direkrut oleh pelaku melalui penawaran lapangan pekerjaan dengan tujuan eksploitasi seksual, pornografi, penjualan anak, dan kerja paksa baik dalam maupun luar negeri,” tutur Sujatmiko.
Menurut pengamatannnya, upaya pemberantasan TPPO ini masih belum memberikan hasil yang maksimal. “Masih ada praktik-praktik tersebut,” Sujatmiko menjelaskan. Saat ini ada sekitar 19 negara yang sudah diberhentikan secara total terkait pengiriman TKI yang bekerja sebagai PLRT ke Timur Tengah, tetapi faktanya masih banyak agen pengiriman TKI yang melanggar aturan Kemenaker No 260 Tahun 2015,” tambahnya lagi.
Kemenko PMK dalam hal ini terus melakukan langkah Koordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait khususnya dengan BNP2TKI dan BP3TKI dalam membangun daerah perbatasan yang dianggap sebagai tempat utama atas kejahatan tersebut.
Selain hal itu, Kemenko PMK berharap Pemerintah Daerah dan masyarakat juga iktu bekerja sama dalam pencegahan dan penanganan TPPO. Khususnya optimalisasi Gugus Tugas TPPO yang sudah dibentuk di berbagai daerah.
“Saya ingin kita bergotong royong untuk terus mensosialisasikan pencegahan dan penanganan TPPO kepada masyarakat luas, agar masyarakat memahami dengan baik tentang modus TPPO, dan selanjutnya ikut aktif mencegah terjadinya kasus TPPO.” harapnya. | Red-05 |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini