Telusur.co.id | JAKARTA | Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyambut baik atas keputusan Mahkamah Konstitusi untuk ‘penghayat kepercayaan’ yang akhirnya bisa memasukkan keyakinan mereka pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Prof. Agus Sartono, MBA sangat mengapresiasi atas keputusan tersebut.
“Kami ikut senang, Ini merupakan wujud implementasi dari perintah UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2. Bahwa negara menjamin setiap warga negara untuk memeluk dan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing,” katan Prof. Agus di Kantor Kemenko PMK, Kamis Siang (9/11/2017).
Sebelumnya, MK mengabulkan gugatan empat penghayat kepercayaan, yaitu Nggay Mehang Tana, Pagar Demanra Sirait, Arnol Purba, dan Carlim terkait Pasal 61 yang menjelaskan tentang pengisian kolom agama pada KTP. Ini artinya ada 187 kelompok penghayat kepercayaan di Indonesia yang telah diakui MK akan mendapatkan pembinaan dari pemerintah dan resmi diakui oleh Negara.
Agus menilai keputusan MK untuk memasukkan penghayat kepercayaan ke dalam kolom agama di KTP merupakan bentuk dari kepastian hukum sebagaimana diperintahkan UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2 kebebasan beragama.
“Saya tidak melihat putusan MK ini sebagai upaya merangkul tetapi justru sebagai bentuk pemenuhan hak bagi warga negara,” tuturnya.
Selain hal itu, Agus menambahkan putusan MK untuk memberikan pengakuan penghayat kepercayaan ini adalah sebuah jaminan yang diberikan agar mereka tidak lagi merasa terdiskriminasi, misal pada saat mereka bekerja di sektor publik maupun swasta.
“Saya melihat ini sebagai hal yang sangat positif. Sebenarnya tanpa putusan MK pun UUD 1945 sudah secara tegas memberikan jaminan dan tidak ada diskriminasi sama sekali,” tambahnya.
Menyikapi Keberagaman ini, bagi Agus, ini merupakan sebuah anugrah yang harus disukuri. Karena itu, Agus berharap masyarakat secara keseluruhan bisa memahami ini secara utuh dan tidak menyikapi keputusan ini dengan negatif agar tidak timbul konflik, yang justru menghancurkan nilai-nilai keberagaman Indonesia. | Red-05 |

BACA JUGA :  PAN Desak Persoalan Sekarung e-KTP Tercecer Ditangani Serius

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini