Telusur.co.id | JAKARTA |Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2016 mencapai rekor tertinggi dalam kurun waktu satu bulan yakni mencapai 1,03 juta kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 20,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Menanggapi capaian itu, Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, yakin jumlah wisman ke Indonesia masih bisa lebih tinggi lagi, seiring dengan makin luasnya akses objek-objek wisata di Indonesia.
“Saya kira jumlah wisatawan ke Indonesia sangat terbuka untuk terus meningkat,” ujar Nyoman optimistis, saat dihubungi Rabu (8/11/2017) malam.
Optimisme Nyoman dilandasi dengan semakin luasnya akses yang dibangun pemerintah ke sejumlah objek pariwisata, seperti ke Danau Toba.
Destinasi Danau Toba si Sumatra Utara diyakini akan dikunjungi banyak wisman setelah Bandara Silangit diperpanjang dan menjadi bandara internasional.
“Belum lagi Banyuwangi dan lainnya. Saya yakin dengan kondisi yang semakin kondusif di Indonesia, jumlah wisatawan akan bisa mencapai target 12 juta bahkan lebih,” ujar Nyoman.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli 2016 mencapai rekor tertinggi dalam kurun waktu satu bulan yakni mencapai 1,03 juta kunjungan atau mengalami peningkatan sebesar 20,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 857,7 ribu.
“Ini merupakan sejarah baru untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, merupakan yang tertinggi dan melewati satu juta kunjungan dalam waktu satu bulan,” kata Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo, dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.
Sasmito mengatakan, lonjakan jumlah kunjungan wisman sebesar 17,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sebesar 877,6 ribu, disebabkan adanya kampanye intensif dari pemerintah dan juga adanya atraksi destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisata ke Indonesia.
Dari jumlah total kunjungan wisman Juli 2016 tersebut sebagian besar masuk melalui 19 pintu utama, yang terbagi sebanyak 931.694 merupakan wisman reguler dan 36.522 merupakan wisman khusus. Sementara untuk yang di luar 19 pintu utama terbagi dari sebanyak 25.735 merupakan wisman melalui pos lintas batas dan lainnya sebanyak 38.790 kunjungan. Kunjungan di luar 19 pintu utama tersebut jauh lebih fluktuatif.
“Hampir pada semua pintu masuk utama di Indonesia mengalami kenaikan tajam, hanya Batam yang mengalami penurunan. Untuk Batam, ada beberapa isu yang mempengaruhi, salah satunya adalah isu bom pada Juli lalu,” kata Sasmito.
Jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai, Denpasar, tercatat paling tinggi, mencapai 405.686 kunjungan atau naik 38,42 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Wisman tertinggi berasal dari Tiongkok mencapai 153.934 kunjungan, diikuti Australia sebanyak 122.866 kunjungan. Sementara wisman berkebangsaan Singapura mengalami penurunan menjadi 94.187 kunjungan, Malaysia juga menurun menjadi 90.479 kunjungan, dan wisman asal Jepang naik tipis menjadi 41.100 kunjungan.
Secara kumulatif periode Januari-Juli 2016, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 6,32 juta kunjungan, atau mengalami kenaikan 7,64 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. | Red – 05 |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini