telusur.co.id | Jakarta |  Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar berencana menggelar pertemuan dengan pimpinan DP-DPD I se-Indonesia, Jumat (25/11) mulai pukul 19.00 nanti malam di Hotel Sultan, Jakarta. Pertemuan tersebut merupakan salah satu langkah yang harus dijalankan DPP Golkar mengacu pada hasil rapat Dewan Pembina yang digelar, Jumat (24/11) lalu di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Menanggapi rencana pertemuan itu, Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan pihaknya akan mendesak terselenggaranya Musyawarah Luar Biasa (Munaslub) terkait persoalan yang sedang menjerat ketua umum, Setya Novanto. Bahkan, Dedi Mulyadi menyebutkan sudah ada lebih dari 20 DPD yang sepakat digelarnya Munaslub secepatnya.

“Sudah hampir 20 lebih (DPD I Golkar) yang sudah berkomitmen, tinggal ajak yang lain. Saya enggak bisa sebutkan. yang pasti seluruh Jawa sudah sepakat,” kata Dedi Mulyadi, Sabtu (25/11) di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat.

BACA JUGA :  Golkar Kebingungan? Dedi Mulyadi Kembali Disebut-sebut Lagi

Desakan Munaslub itu, menurutnya akan disampaikan dalam pertemuan dengan DPP Golkar pada malam ini. Dedi Mulyadi juga menegaskan, pada dasarnya kader-kader Golkar menginginkan perubahan melalui Munaslub. Pasalnya, menurut Bupati Purwakarta itu, Golkar terbebani dengan kondisi internal untuk menghadapi Pemilu.

“Munaslub kan bukan berarti harus mengganti kalau ada pembelaan. Enggak ada problem. Tapi, ini kan partai milik publik. Milik kader. Bukan milik orang per orang, makanya kita inginkan ada perubahan,” tukas Bupati Purwakarta ini.

Begitupun, Dedi Mulyadi belum bisa memastikan apakah rapat dengan DPP Golkar nanti malam akan membahas Munaslub atau tidak. Sebab, menurutnya, belum ada jadwal pembahasan resmi dari DPP Golkar selain agenda sosialisasi hasil rapat pleno pada 21 November 2017 lalu.

BACA JUGA :  Dedi Mulyadi : Kultur dan Struktur Golkar Harus Dirubah..!

“Kalau DPP tidak membahas Munaslub, maka kami akan ajukan dorongan 2/3 DPD,” tegas Dedi Mulyadi.

Sementara itu Wasekjen Golkar, Sarmuji, menyatakan dorongan 2/3 dari DPD I memang bisa menjadi dasar untuk menyelenggarakan Munaslub sesuai dengan Pasal 32 AD/ART Golkar.

“Tapi harus menggunakan surat resmi. Sampai saat ini kami (DPP Golkar) belum menerima surat resmi dari DPD I,” ujarnya. | red-03 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini