Muhaimin Iskandar/net

telusur.co.id | Jakarta | Pengamat politik dari Network for South East Asaian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap, menilai merasionalisasikan Muhaimin Iskandar menjadi calon presiden (Capres) memang agak sulit.

“PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin tidak cukup memenuhi persyaratan pengusungan Capres. Kedua, terlalu lemah, baik dari kuantitatif maupun kualitatif untuk terjun bertarung sebagai Capres,” katanya di Jakarta, Sabtu (4/11).

Namun, Menurut Muchtar Effendi, pilihan paling rasional pria yang akrab disapa Cak Imin adalah menjadi calon wakil presiden (cawapres). Sebab, Cak Imin dibutuhkan oleh setiap capres dari segmen masyarakat nasionalis kerakyatan.

BACA JUGA :  Resmikan Posko JOIN, Cak Imin Siap Lobi Golkar Dukung Jokowi-Cak Imin

“Muhaimin lebih rasional menjadi Wacapres. Sebagai tokoh Islam miliki basis sosiologis umat Islam, dia dibutuhkan oleh setiap capres dati segmen masyarakat nasionalis kekaryaan atau nasionalis Marhaen,” jelasnya.

Cak Imin bisa tampil sebagai cawapres dari partai nasionalis karena mereka tidak akan bisa menang tanpa dukungan umat Islam politik.

“Sebab setiap capres dari segmen nasionalis sangat tidak mungkin menang tampa dukungan umat Islam politik. Apalagi di kalangan Nahdliyin, rasionalitas Muhaimin sebagai cawapres dapat disusun,” paparnya.

Seperti yang diberitakan Belakangan, nama Muhaimin Iskandar sering disebut-sebut sebagai pemimpin potensial dimasa mendatang.

BACA JUGA :  Ditanya Cawapres 2019, Cak Imin Tersenyum

Selain memiliki pengalaman, Muhaimin sosoknya yang sangat menjanjikan. Dirinya pun mulai dikait-kaitkan untuk berpasangan dengan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini