telusur.co.id | Bandung | Kader Partai Golkar Kota Bandung Jawa Barat, menolak keputusan DPP Partai Golkar yang merekomendasikan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien pada Pilgub 2018 Jabar, karena dinilainya melanggar Petunjuk Pelaksanaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penetapan Calon Gubernur, Bupati dan Wali Kota dari Partai Golongan Karya.

Kader Golkar Kota Bandung, Aat Safaat Hodijat misalnya, menyebutkan pihaknya akan melakukan perlawanan jika keputusan pengusungan Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien tidak diubah oleh DPP Partai Golkar. Dijelaskan Aat pihaknya juga menyerukan perlawanan kader semesta Partai Golkar untuk memboikot keputusan tersebut.

“Saya membuat petisi online, ini baru awal saja, perlawanan kader ini akan berlanjut jika keputusan DPP tidak diubah. Kader di Jawa Barat hanya menginginkan kang Dedi Mulyadi untuk maju, bukan yang lain,” tegas Aat, Jumat (3/11) saat dikonfirmasi di Bandung.

BACA JUGA :  Golkar Tak Keberatan PAN-Demokrat Gabung

Menurut Aat, DPP Partai Golkar tengah membuat standar ganda dengan memerintahkan kepada DPD Kabupaten/Kota untuk taat pada AD/ART Partai, Peraturan Organisasi dan Juklak. Tapi DPP sendiri yang melanggar.

Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penetapan Calon Gubernur, Bupati dan Wali Kota dari Partai Golongan Karya, nama bakal calon disampaikan terlebih dahulu menurut saran dan pendapat dari masing-masing DPD Kabupaten/Kota.

Sedangkan dalam Rapat Pimpinan Daerah DPD Partai Golkar Jawa Barat yang selain dihadiri oleh pengurus Kabupaten/Kota di Jawa Barat juga dihadiri oleh para pengurus Partai Golkar Jawa Barat bahkan DPP Partai Golkar, tidak ada nama lain selain Dedi Mulyadi yang diputuskan untuk maju pada Pilgub Jabar.

“DPD Kabupaten/Kota Golkar di Jabar sudah jelas hanya menginginkan kang Dedi Mulyadi untuk maju pada Pilgub Jabar. Ini disampaikan dalam Rapimda lalu. Mengapa keputusan Tim Pilkada Pusat DPP Golkar bertentangan dengan hasil Rapimda. Ini jelas pelanggaran terhadap konstitusi partai,” katanya.

BACA JUGA :  SBY Ke TPS Pakai Mobil Golf

Ia menyatakan, keputusan Tim Pilkada DPP Golkar telah melukai nilai persatuan dan setia kawan yang termaktub dalam Ikrar Panca Bakti Partai Golkar. Selama ini, nilai tersebut dijunjung tinggi oleh kader Golkar di Jawa Barat yang berimplikasi positif terhadap kenaikan elektabilitas partai menjelang Pileg 2019.

Kader di Jawa Barat, kata dia, sangat merindukan kader terbaiknya dalam hal ini Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur.

“Jelas ini mencederai kehormatan kader Golkar, suara mereka tidak didengar lagi, padahal mereka yang bekerja menaikkan elektabilitas partai ini di Jawa Barat,” ujarnya | red-03/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini