telusur.co.id | Purwakarta | Badan Pengendali Pemenangan Pemilu Golkar Jawa Barat menyatakan Ridwan Kamil yang biasa disapa Emil itu, belum pernah berkomunikasi dengan DPD Golkar Jabar setelah dirinya mendapat rekomendasi Golkar sebagai bakal calon gubernur pada Pilgub Jabar 2018.

Sikap Ridwan Kamil yang tak juga berinisiatif membangun komunikasi lanjutan dengan DPD Golkar Jabar, ditambah calon Wakil Gubernur yang disodorkan DPP Golkar untuk mendampinginya belum juga diputuskan hingga saat ini, telah menimbulkan spekulasi bakal adanya peninjauan kembali rekomendasi calon Golkar di Pilgub Jabar.

Terlebih dengan adanya kecenderungan akan berubahnya kepemimpinan DPP Golkar pasca penahanan Setnov oleh KPK ini, semakin membuka kemungkinan rekomendasi DPP Golkar untuk Pilgub Jabar akan kembali berubah.

BACA JUGA :  Fantastis...! Gaya Kampanye Dedi Mulyadi Digandrungi Lebih dari 9 Juta Netizen Warga Jabar

“Sejak rekomendasi itu dikeluarkan, belum ada komunikasi lanjutan dari pak Ridwan Kamil kepada kami di Golkar Jawa Barat,” kata Ketua Harian Badan Pengendali Pemenangan Pemilu Golkar Jabar MQ Iswara, Selasa (21/11) dalam siaran pers yang diterima di Purwakarta.

Ia mengatakan, dilihat secara historis dan mekanisme pengambilan keputusan partai politik, sebenarnya hanya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sudah melalui tahapan mekanisme Partai Golkar.

“Itu sudah dilaksanakan, baik di wilayah pengurus Kabupaten/Kota, Provinsi maupun rapat-rapat di DPP Golkar. Kalau ada nama Ridwan Kamil yang muncul, saya kira itu realita yang terjadi. Walaupun kurang sesuai dengan Juklak 06 Partai Golkar tentang Pilkada,” katanya.

BACA JUGA :  Setelah Golkar Resmi Usung Emil, Demiz Dekati Golkar Jabar

Menurut dia, rekomendasi yang belakangan muncul untuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil itu, merupakan keinginan perorangan elit Jakarta yang dilembagakan menjadi keputusan institusi Partai Golkar.

Hal tersebut disampaikan, karena sebelumnya Ridwan Kamil menyatakan kalau keputusan DPP Partai Golkar yang merekomendasikan dirinya pada Pilgub Jabar merupakan keputusan institusi partai, bukan keputusan pribadi.

“Pak Ridwan Kamil sebelumnya tidak pernah mendaftar untuk maju Pilgub melalui Partai Golkar, saya kira kemunculan namanya dalam rekomendasi itu karena keinginan perorangan. Kemudian keinginan ini dilembagakan menjadi rekomendasi,” kata Iswara   | red-03/ant |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini