Telusur.co.id | Korea Selatan | Rekaman yang seorang pembelot Korut yang di tembak saat hendak melarikan diri ke Korsel mendapat kecaman dunia.

Prajurit itu ditembak setidaknya empat kali oleh rekan-rekannya sendiri, yang menggunakan pistol dan senapan AK.

Tentara Korea Utara berusaha melompat dari jipnya dan melarikan diri ke perbatasan

CCTV yang dikeluarkan oleh Komando PBB menunjukkan bahwa orang tersebut menaiki sebuah jip militer ke Area Keamanan Bersama di Panmunjom, di mana tentara dari Selatan dan Utara saling berjaga beberapa meter saja.

Setelah menabrak kendaraan dan berlari menuju perbatasan, tentara yang terluka tersebut terlihat roboh di setumpuk dedaunan.

Hanya beberapa meter dari Selatan, dia ditarik ke tempat yang aman oleh pasukan Korea Selatan, yang merangkak untuk mencapainya.

BACA JUGA :  Warga Korsel Marah Amerika Pindahkan Rudal THAAD ke Perbatasan

Dia kemudian dibawa ke rumah sakit oleh sebuah helikopter AS.

Pyongyang telah dituduh melanggar perjanjian gencatan senjata yang dibuat pada tahun 1953 antara Utara dan Selatan dengan menembaki garis yang memisahkan kedua negara.

Juru bicara Komando PBB Kolonel Chad Carroll mengatakan salah satu penjaga perbatasan Korea Utara juga secara fisik melintasi perbatasan “selama beberapa detik” untuk mengejar tentara yang membelot.

Tentara yang terluka berada di sebelah sebuah dinding di perbatasan Korea Utara

Sebuah pertemuan dengan Korea Utara yang diajukan oleh UNC untuk membahas “tindakan untuk mencegah pelanggaran di masa depan” sedang di rencanakan.

Pria yang dipercaya menjadi sersan staf berusia pertengahan 20-an, telah menjalani beberapa operasi di sebuah rumah sakit di Korea Selatan dan akan menjalani tes untuk PTSD.

BACA JUGA :  Berangkat ke Korsel, Jokowi akan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Presiden Moo

Penembakan tersebut merupakan kekerasan besar pertama di wilayah tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Dijaga oleh ranjau, pagar kawat berduri, perangkap tangki dan pasukan tempur di kedua sisi, Zona Demiliterisasi adalah perbatasan paling kuat dan mencekam di dunia.

Pada tahun 1984, tiga tentara Korea Utara dan satu tentara Korea Selatan terbunuh saat seorang warga Soviet mencoba membelot ke Selatan tetapi tembakanya melintasi perbatasan sehingga menewaskan satu tentara Korea selatan.

Dua perwira tentara Amerika juga tewas di Panmunjom oleh tentara Korea Utara pada tahun 1976.

Serangkaian tes rudal baru-baru ini oleh Kim Jong Un telah menyebabkan menguatnya sanksi terhadap Pyongyang, dan meningkatnya ketegangan antara AS dan negara terisolir tersebut.
| red-12/skynews |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini