foto/net

telusur.co.id | Jakarta | Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, memberikan apresiasi pada pihak Polsek Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang telah memeriksa 12 orang saksi atas kematian siswa SMP berinisial RMS.

“KPAI mengapresiasi Polsek Rumpin dan Polres Kab. Bogor atas kesigapan dalam melakukan pemeriksaan sebanyak 12 saksi pada sabtu, 25 November 2017 lalu,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jakarta, Rabu (29/11) .

Menurut Retno, peristiwa tarung gladiator yang menyebabkan kematian RMS memperlihatkan lemahnya pengawasan.

Harusnya, dikatakan Retno orang tua atau pihak sekolah dapat melihat dan merasakan tingkah laku seorang anak.

BACA JUGA :  KPAI Temukan Aksi Goresan Tangan di SMPN Pekan Baru

“Seharunya memiliki kepekaan atau jeli terhadap gerak gerik seorang anak. Pasti ada perubahan perilaku anaknya,” terangnya.

Disisi lain, dirinya juga meminta pihak sekolah melakukan pengontrolan terhadap seluruh anak didiknya yang berpotensi terlibat.

“Jangan sampai ada keterlibatan siswa senior dan alumni, karena sangat mungkin terjadi skenario tarung gladiator,” katanya.

Lebih jauh dirinya meminta seluruh pihak kritis terhadap siswa dan siswi agar kejadian tersebut tak terulang kembali. “Pendidikan kita sampai saat ini belum bisa kritis,” pungkasanya.| red-06 |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini