telusur.co.id | Jakarta | Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menegaskan, bahwa pihaknya beberapa waktu lalu mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Kedatangannya menurut Retno, dalam rangka memastikan mutasi dan konversi nilai ananda SB, siswa korban perundungan dan dugaan persekusi di salah satu sekolah negeri di Jakarta.

“KPAI diterima oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD), pertemuan berlangsung tertutup dan penuh kekeluargaan,” terangnya kepada wartawan, di Jakarta, minggu (12/11).

Selain itu dikatakan Retno, kehadiran KPAI juga untuk mengetahui perkembangan kasus mutasi, karena ada perbedaan penggunaan kurikulum di kedua sekolah.

BACA JUGA :  Sebab Anak Panti Diperkosa di Tenda Lombok, karena Pemerintah Kurang Perhatian

“Sekolah lama menggunakan Kurikulum 2006 dan sekolah baru menggunakan kurikulum 2013. Konversi nilai harus dilakukan oleh sekolah yang baru berdasarkan data nilai sekolah yang lama,” ucapnya.

Atas pertemuan itu, Retno menegaskan bahwa KPAI dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersepakat dalam beberapa hal. Diantaranya, Perkembangan penanganan kasus Ananda Sebastian kepada pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta, mendorong kasus ini menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pembenahan sekolah-sekolah di Jakarta melalui percepatan sekolah ramah anak.

Dalam poin itu pun tambah Retno, akan Ada kesepakatan atau MoU antara Disdik Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PPPA dan KPAI. pungkasnya.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini