terlusur.co.id | Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Ketua DPR Setya Novanto pada Senin (6/11).

Setnov sapaan akrab Setya Novanto akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo.

Namun dirinya tak hadir dalam pemanggilan tersebut. Belum diketahui alasan ketidakhadiran setnov tersebut.

Menyikapi hal itu, Pakar Hukum Tatanegara Refly Harun menilai tidak hadirnya Setya Novanto menunjukan contoh buruk. Pasalnya politisi Kawakan Partai Golkar sendiri merupakan pejabat negara.

“Saya kira sangat blunder, dan menurut saya stafnya tidak membaca ini secara cermat. Tapi, terlepas dari masalah perdebatan seperri ini, saya pikir Ketua DPR harus memberikan contoh yang baik,” kata Refly di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (6/11).

BACA JUGA :  Menang Di MK, Nih Tiga Agenda Penting Jokowi-Ma'ruf

Tak hanya itu ketidakhadiran mantan ketua Fraksi golkar periode 2009-2014 dikatakan Refly menjadi tontonan.”Saya kira publik diberikan tontonan yang membuat semua tertawa. Misalnya ya, kejadian sakit, rangkaian-rangkain itu membuat publik pasti akan bertanya dan tertawa,” ucapnya.

Namun begitu, ia menilai alasan yang dilontarkan pihak Setya Novanto bisa di maklum. Akan tetapi akan menjadi pertanyaan di kalangan publik.

“Walaupun kita tidak bisa menuduh. Tapi rangkaian peristiwa yang disajikan membuat publik bertanya-tanya dan tertawa,” tutupnya.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini