Telusur.co.id | JAKARTA | Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengatakan Indonesia membutuhkan strategi pembangunan budaya dan pembentukan manusia Indonesia yang berkarakter dan berjiwa kuat. “Saya yakin jawaban dari pertanyaan tersebut ada dalam tiga nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong,” ujar Menko Puan.
Puan mengingatkan kembali sejarah lahirnya gerakan Revolusi Mental merupakan gagasan revolusioner dari bapak pendiri bangsa, Bung Karno, pada 1957. Bagi Puan Gagasan tersebut mempunyai relevansi yang kuat yang bisa menggambarkan kondisi kebangsaan saat ini, antara lain pudarnya semangat dan jiwa pahlawan di kalangan anak muda, dan penyelewengan di lapangan politik, ekonomi, dan kebudayaan.
“Kita harus terus mengupayakan agar revolusi mental bisa menjadi budaya baru di keseharian masyarakat,” tutur Menko Puan.
Revolusi mental, menurut Puan, mengandung nilai-nilai esensial yang harus diinternalisasikan baik pada setiap individu maupun bangsa. Karena hal itu, melalui gerakan revolusi mental, bangsa ini dapat mengubah cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup. Lalu, setelah itu dilanjutkan dengan membangun karakter yang penuh integritas, etos kerja, dan gotong royong. Seperti yang telah diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.
“Kalau sudah terwujud, tujuan nasional juga akan tercapai, yaitu kehidupan bernegara yang berlandaskan Pancasila dan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, berdikari atau mandiri, dan berkepribadian,” ucap Puan. | Red-05 |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini