Telusur.co.id |JAKARTA | Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tidak henti-hentinya melakukan berbagai langkah koordinasi, sinkronisasi, dan Pengendalian serta pelaksanaan kebijakan agar pembangunan manusia di Indonesia terus meningkat.
“Tantangan kita saat ini adalah mendongkrak indek pembangunan manusia agar lebih sejahtera,” ujar Menko Puan Maharani.
Berdasarkan data yang dirilis Administrator United Nations Development Programme (UNDP) 2016 mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bercokol di peringkat ke-113 dari 188 negara. Ini artinya terjadi penurunan tiga peringkat karena pada 2015 Indonesia berada pada posisi 110.
Meskipun terdapat perdebatan terkait data tersebut, Menko Puan menyikapi hal tersebut dengan positif bahwa pemerintah harus terus terpacu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kesejahteraan. Bagi Puan, salah satu penyebab dari turunnya IPM tersebut dikarenakan lamanya sekolah penduduk dewasa yang mengakibatkan pada drop out di sekolah.
“Saat ini pemerintah akan lebih menggalakkan kembali terkait Program Indonesia Pintar melalui pendistribusian dan pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar,” kata Puan.
Puan melihat bahwa terjadinya penurunan IPM tersebut dikarenakan tingginya angka ketimpangan di Indonesia.
Semakin tinggi angka ketimpangan, semakin rendah nilai IPM dengan penyesuaian ketimpangan.
‚ÄúPresiden telah menekankan bahwa fokus pemerintah tahun ini ialah mengatasi ketimpangan. Ini sangat tepat dan menunjukkan keberpihakan pemerintah pada mereka yang lemah,” jelas Puan lagi.
Selain hal itu, terdapat faktor kesehatan yang mana banyak masyarakat saat ini mempunyai beban karena sakit. Ini juga menjadi tantangan bagi Indonesia ke depan. Defisit BPJS Kesehatan bisa terus membengkak jika kebijakan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif tidak segera dilaksanakan. | Red-05 |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini