telusur.co.id | Jakarta | Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto mengakui bahwa penyerapan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat ini baru mencapai 29 persen yang salah satu kendalanya adalah belum maksimalnya pemanfaatkan anggaran persiapan pelaksanaan Asian Games 2018 oleh INASGOC.

Merespon hal tersebut, Direktur Central Budget Analisys (CBA), Ucok Sky Khadaffi mengatakan rendah penyerapan anggaran di Kemenpora seharusnya tidak perlu menyalahkan lembaga lain seperti INASGOC sebagai penyelenggara ASIAN Games 2018.

Menurut Uchok minimnya serapan anggaran sesungguhnya tidak akan terjadi bilamana Kemenpora telah memiliki gambaran program yang jelas serta memiliki dasar kompetensi yang baik.

BACA JUGA :  Mubajir, Anggaran Polri Rp 95 Triliun Untuk Jaga Aset Swasta

“Mengapa menyalahkan INASGOC, sudah jelas memang Sumber Daya Manusia di Kemenpora yang kapasitas sangat minimalis sehingga ketika eksekusi proyek dan anggaran, sangat terbengkalai,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/11).

Lebihlanjut dirinya memaparkan dalam LPSE Kemenpora saat ini, pengadaan atau lelang masih sepi bahkan dihitung oleh jari. Hal tersebut menurut Uchok juga menjadi salah satu bukti bahwa lembaga yang dipimpin oleh Imam Nahrawi tersebut kurang memiliki kapabilitas yang memadai.

“Pengadaan yang muncul saja masih dapat dihitung. hal ini bisa dinilai bahwa PNS Kemenpora pemalas dan kurang kreatif,” tukasnya.

BACA JUGA :  Mubajir, Anggaran Polri Rp 95 Triliun Untuk Jaga Aset Swasta

Melihat data yang ada, meski bukan sebagai praktisi olahraga, Uchok mengaku khawatir Kemenpora tidak memiliki program yang baik untuk Pelatnas dalam Asian Games 2018 mendatang.

“Dari serapan dana saja, programnya terlihat begitu lemah dan kurang matang. Saya khawatir bahwa menteri pemuda dan olah raga, Imam Nahrawi bukan “manajer” yang top untuk mengelola olahraga terlebih jelang Asian Games ini,” tegas Uchok.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini