Telusur.co.id | Zimbabwe | Presiden Zimbabwe Robert Mugabe telah mengumumkan pengunduran dirinya pada hari selasa.

Perayaan besar-besaran pecah saat surat pengunduran diri Mugabe dibacakan di parlemen negara tersebut, di mana proses pemakzulan terhadap penguasa akhirnya tercapai.

Mugabe mengatakan bahwa dia telah memilih untuk mundur “untuk memastikan perpindahan kekuasaan yang mulus, damai dan tanpa kekerasan”, menambahkan bahwa dia membuat keputusan secara sukarela.

Pengumuman tersebut memicu kegembiraan di ibukota Zimbabwe, Harare, di mana para demonstran berkumpul untuk meminta presiden berusia 93 tahun itu mundur dari jabatannya.

Paul Mangwana, pejabat senior partai berkuasa ZANU-PF, mengatakan kepada bahwa wakil presiden Emmerson Mnangagwa akan dilantik sebagai Presiden pada hari Rabu.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada rakyat Zimbabwe saat mencapai momen bersejarah ini,” kata Mnangagwa.

“Bersama-sama, kita akan memastikan transisi damai menuju konsolidasi demokrasi kita, dan membawa awal yang baru bagi semua warga Zimbabwe dan mendorong perdamaian dan kesatuan.”

Awal bulan ini, Mugabe memicu krisis politik yang mengakhiri kediktatorannya dengan memecat Mr Mnangagwa dan membuka jalan bagi istrinya Grace untuk menggantikannya.

BACA JUGA :  Presiden Zimbabwe Harapkan Barat Cabut Embargo Ekonomi

Presiden Mugabe awalnya menolak untuk mundur dan mengatakan kepada orang Zimbabwe di sebuah pidatonya di televisi bahwa mereka harus “belajar memaafkan”.

Namun akhirnya dia harus dipaksa untuk menghadapi proses pemakzulan di tengah klaim bahwa dia telah mengizinkan istrinya “untuk merebut kekuasaan konstitusional”.

Mugabe telah memerintah Zimbabwe sejak tahun 1980 dan membuat dia menjadi presiden tertua di dunia.

Di bawah kepemimpinannya, ekonomi negara Afrika selatan itu ambruk dan pengangguran meningkat menjadi lebih dari 90%.

Petenis berusia 93 tahun itu telah dituduh melakukan serangkaian pelanggaran hak asasi manusia, termasuk menolak mengirimkan bantuan pangan ke daerah-daerah yang mendukung oposisi.

Dia juga akan menghadapi tuduhan atas kecurangan dan intimidasi saat pemilihan pada tahun 2008 pada sebuah kampanye kekerasan melawan pendukung pemimpin oposisi Morgan Tsvangirai yang membuat jatuhnya korban jiwa dan ribuan orang lainnya mengungsi.

BACA JUGA :  23 Penambang Emas Tewas di Zimbabwe

Chris Mutsvangwa, pemimpin kelompok veteran perang Zimbabwe, menggambarkan pengunduran diri Mugabe sebagai “akhir dari sebuah bab yang sangat menyakitkan dan menyedihkan dalam sejarah sebuah bangsa muda, di mana seorang diktator, saat dia menjadi tua, menyerahkan kepemimpinannya ke sebuah geng pencuri yang berada di sekeliling istrinya “.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa pihaknya memberi Zimbabwe kesempatan untuk “membangun jalan baru yang bebas dari penindasan yang mengedepankan demokrasi “.

Dia mengatakan: “Dalam beberapa hari ini kita telah melihat keinginan rakyat Zimbabwe untuk melakukan pemilihan yang bebas dan adil dan kesempatan untuk membangun kembali ekonomi negara di bawah pemerintahan yang sah.

“Sebagai teman tertua Zimbabwe, kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk mendukung hal ini, bekerja sama dengan mitra internasional dan regional untuk membantu negara tersebut untuk mencapai masa depan yang lebih cerah.”
| red-12/skynews |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini