telusur.co.id | Jakarta | Penahanan Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar), Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), membuat tugas-tugas partai secara otomatis berada dipundak Pelaksana Tugas (PLT).

Nurdin Halid yang juga PLT Partai Golkar mengatakan, bahwa dirinya telah siap mengemban amanah tersebut.

“Otomatis itu harus kita terima. Karena itu tugas dan tanggungjawab,” ujarnya saat di hubungi wartawan, Jakarta (20/11).

Menurut Nurdin, PLT hanya bersifat sementara. Karena, telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Iya memang kalau ad/art, Ketua Harian otomatis, kalau Ketua Umum berhalangan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Nurdin: Sesuai AD/ART Golkar Kepemimpinan Airlangga Tak Sampai Lima Tahun

Oleh karenanya, ia menegaskan, partai Golkar akan melakukan langkah cepat dengan mengagendakan rapat pleno pada Selasa, (21/11).

“Kami rencana besok rapat pleno,” jelasnya.

Tak hanya itu saja, dirinya juga menuturkan Rapat itu akan membahas berbagai hal. Salah satu diantaranya posisi Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Partai Golkar kedepan.

“Rapat pleno itu yang menentukan apakah ada plt, apakah ada munas, atau apa, itu semua adalah kewenangan rapat pleno,” terangnya.

Seperti diketahui, Usai penahanan Novanto, Partai Golkar langsung mekakukan konsolidasi. Hal itu untuk menghindari adanya perpecahan di internal partai dan mengantisipasi turunnya elektanilitas Partai.| red -06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini