telusur.co.id | DPP Partai Golongan Karya (Golkar) saat ini tengah melakukan rapat pleno di kantor DPP Jakarta Barat, Selasa (21/11).

Salah satu agenda yang akan dibahas dalam rapat pleno mengenai penonaktifan Setya Novanto dari posisi Ketua Umum sekaligus memilih Pelaksana Tugas.

Nah, dari internal golkar mencuat dua nama yang bakal adu kuat, mereka adalah Nurdin Halid dan Idrus Marham. Siapa yang akan menang?.

Pengamat politik dari NSEAS, Muchtar Effendi, memprediksi keduanya memiliki khans yang sama besar. Karena keduanya merupakan petinggi partai berlambang pohon beringin.

“Kalau untuk mencari siapa yang menang tergantung lobi kandidat,” ucapnya saat di hubungi di Jakarta, Selasa (21/11).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan kriteria ketua umum pengganti Novanto haruslah orang-orang yang bebas dari indikasi kasus korupsi.

“Pastinya harus bebas dari korupsi ya,” katanya dalam keterangan yang di terima.

Menurut Ace, yang utama Ketum Golkar harus bebas dari korupsi. Dengan demikian partainya akan semakin kuat.

Kemudian, Ace berharap sosok yang akan terpilih tetap memastikan dukungan Golkar kepada Jokowi di Pilpres 2019.

“Kalau bukan Pak Jokowi siapa lagi? Mayoritas pengurus di internal (Golkar) juga saya pikir mendukung Pak Jokowi. Ada juga yang enggak, tapi biar,” pungkasnya.| red-06 |

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini