Telusur.co.id | JAKARTA | Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan penanganan konflik sosial harus berdasarkan perencanaan yang berbasis bukti dan data.
“Karena itu kita harus memahami kebijakan dan perencanaan penanganan konflik sosial, mengindentifikasi kebutuhan data pembangunan keserasian sosial (PKS), dan merumuskan sumber data PKS,” ucap Asisten Deputi (Asdep) Bidang Koordinasi Konflik Sosial, Kemenko PMK, Ponco Respati Nugroho di Jakarta, Jumat (10/11/2017)

Menurut Ponco konflik sosial menjadi tantangan di setiap daerah di Indonesia, mengingat Indonesia juga memiliki rentetan kasus terkait konflik-konflik sosia. Karena itu untuk menangani hal tersebut, dibutuhkan penanganan konflik sosial berbasis data. Kemenko PMK dalam hal ini telah memiliki Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK). “SNPK ini digunakan sebagai sumber data,” Ponco menjelaskan.

BACA JUGA :  Bawaslu Ingatkan Polisi Antisipasi Potensi Konflik Sosial

Bagi Ponco menambahkan pemantauan sangat penting dalam rangka mendeteksi pola dan mempersiapkan respon yang efektif, pemantauan juga penting dalam rangka mengevaluasi efektifitas program dan kebijakan, serta dalam rangka memberikan informasi dan rekomendasi yang lebih spesifik.

Sedangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional maka perencanaan pembangunan harus didasarkan pada data dan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan (pasal 31). “Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang berbasis bukti dan data,” tegas Ponco lagi.

Data, lanjut Ponco, dapat juga berperan untuk mengetahui kecenderungan masa lalu sebagai basis proyeksi masa depan, data juga berperan untuk menentukan prioritas dalam pelaksanaan pembangunan dan acuan dalam evaluasi dan pengendalian kegiatan pembangunan, serta berperan untuk memperkirakan antisipasi terhadap bencana, resiko dan hambatan yang dihadapi dalam pembangunan. | Red – 05 |

BACA JUGA :  Bawaslu Ingatkan Polisi Antisipasi Potensi Konflik Sosial

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini