Salamuddin Daeng

telusur.co.id | Opini Daeng ” PESTA PORA BELUM BERAKHIR” | Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) | Jakarta 9 Nopember 2017

Memasuki tahun Pemilu dan sekaligus menyambut Pesta Tahun Baru2018, adalah momentum pesta pora oligarki pemerintahan Jokowi yang sesungguhnya dan amat mewah.

Pesta ini dirayakan di atas timbunan uang hasil bancakan terhadap harta dan kekayaan negara. Namun dalam keramaian pesta pora tersebut, membawa ancaman terhadap BUMN yang mau tidak mau akan menjadi sasaran bancakan paling srtategis. Mengapa? Karena dengan sistem yang berlaku saat ini, BUMN adalah harta kekayaan negara yang paling mudah dijarah oleh oligarki. BUMN adalah sumber uang paling likuid untuk membiayai pesta pora oligarki penguasa.

Memang sejak semula problem terbesar bagi BUMN bukanlah datang dari luar, atau adanya intervensi dari perusahaan asing, atau dari swasta, tapi justru ancaman yang paling besar adalah datang dari penguasa sendiri. Oligarki Penguasa tengah menjalankan agenda menjarah BUMN supaya BUMN lemah dan berikutnya gampang dilahap asing dan taipan yang bersekutu dengan penguasa atau bagian dari penguasa sendiri.

BACA JUGA :  Opini : Dana Haji Selama Ini Dipakai Untuk Infrastruktur, Lari Kemana Keuntungannya?

Cara menjarah BUMN ini bermacam macam, diantaranya : 1) BUMN dipaksa mengambil utang dalam jumlah besar. Semakin besar utang, makin bagus prestasi BUMN. Penguasa dapat jatah dari utang tersebut. 2) BUMN dipaksa membuat mega proyek besar dan super mahal. Penguasa dapat jatah belanja proyek dan setoran para kontraktor. 3). BUMN Dipaksa jual anak perusahaannya satu persatu secara murah untuk dibeli asing dan taipan. Penguasa dapat bagian dari taipan dan asing. 4). BUMN Dipaksa menjalankan subsidi dengan keuangan perusahaan, dan pemerintah menolak subdisi melalui APBN. Akibatnya BUMN merugi. Pemerintah, taipan dan asing senang, karena kalau BUMN bangkrut maka lini bisnisnya dapat diambil alih asing dan taipan. 5). BUMN dipaksa menjual mega proyek yang dibangun mahal dengan harga murah. Caranya adalah dengan permainan pasar keuangan. Ini bisa ditur. Penguasa dapat bagian dari rekayasa transkasi penjualan aset BUMN tersebut.

BACA JUGA :  Mengapa Rupiah Melorot?

Menjelang Pemilu 2019, BUMN akan menjadi sasaran paling empuk oligarki penguasa untuk mengeruk uang. Akibatnya biaya penyediaan barang publik menjadi mahal, harga BBM, tarif listrik, tarif jalan tol, dll, yang dibayar rakyat menjadi mahal, rakyat bertambah miskin, namun penguasa semakin kaya raya, mengumpulkan uang untuk menyogok rakyat dalam rangka mempertahankan kekuasaan politik 2019 mendatang. Setelah BUMN bangkrut maka penguasa akan dapat untung lagi, yakni memperoleh hadiah ucapan terimakasih dari asing dan taipan yang berhasil mengambil alih lini bisnis BUMN dengan sangat leluasa. Inilah pesta pora oligarki yang sebenarnya, tengah berlangsung dengan semakin efektif. | red-jek |

 

 

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini