telusur.co.id | Jakarta | Presiden Joko Widodo menyatakan setuju dengan diusulkannya Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk diangkat sebagai pahlawan nasional.

Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi pada 9 November 2017 akan memberikan gelar pahlawan nasional kepada pendiri HMI, Lafran Pane.

“Alhamdulillah tadi Bapak Presiden menyampaikan, pada 9 November akan diberikan gelar pahlawan nasional kepada Bapak Lafran Pane,” katanya, Jumat (3/11) seusai diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta.

Disebutkan Mahfud bahwa pihaknya sudah sejak lama mengusulkan kepada Presiden, atau tepatnya sejak dua tahun lalu agar pendiri HMI tersebut diangkat menjadi pahlawan nasional.

BACA JUGA :  KAHMI Bantah Beri Dukungan Ke Jokowi

Ia mengatakan, jejak perjuangan Pane yang berperan aktif dalam HMI. “Berdasar jejak perjuangannya telah diuji keshahihannya di banyak perguruan tinggi,” katanya.

Lafran Pane sendiri memprakarsai pendirian HMI pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta.

Pane yang lahir di Kampung Pagurabaan, Kecamatan Sipirok, yang terletak di kaki gunung Sibual-Bual, Sumatera Barat itu dianggap telah memberikan sumbangsih yang besar kepada bangsa dan negara. | red/ant |

 

Like :

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini